Pertamina Perluas Edukasi Energi Bersih Lewat Sekolah Energi Berdikari di Tuban Jawa Timur

Rabu, 11 Februari 2026 | 12:55:14 WIB
Pertamina Perluas Edukasi Energi Bersih Lewat Sekolah Energi Berdikari di Tuban Jawa Timur

JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal (FT) Tuban resmi meluncurkan program Sekolah Energi Berdikari di SMP Negeri 2 Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur pada 10 Februari 2026 dalam upaya mendukung pendidikan berkelanjutan sekaligus meningkatkan literasi energi bersih sejak dini.

Program Kolaboratif untuk Pendidikan Energi Terbarukan

Program Sekolah Energi Berdikari yang dihadirkan oleh Pertamina Patra Niaga FT Tuban dilaksanakan dalam kolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS). Kolaborasi ini menghadirkan metode pembelajaran berbasis praktik yang dirancang untuk memperkenalkan siswa secara langsung pada berbagai teknologi energi bersih dan solusi ramah lingkungan.

Dalam pelaksanaan program tersebut, siswa diperkenalkan dengan pemasangan panel surya berkapasitas total 6.000 Watt yang kemudian dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Selain itu, disediakan juga tempat sampah berbasis Internet of Things (IoT) serta pengembangan sistem aquaponik sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang mandiri energi dan mendukung pembelajaran berpadu teknologi.

Eksposisi Proyek STEM: Wadah Inovasi Siswa

Sebagai salah satu puncak kegiatan Sekolah Energi Berdikari, Pertamina Patra Niaga FT Tuban juga menggelar Expo Proyek STEM yang menampilkan berbagai inovasi teknologi sederhana buatan para siswa. Proyek-proyek tersebut dikembangkan dari potensi lokal dan konsep keberlanjutan, yang menunjukkan bahwa generasi muda dapat menciptakan solusi ramah lingkungan dari hal-hal sederhana di sekitar mereka.

Expo ini juga menjadi ajang bagi siswa untuk memperlihatkan kreativitas dan penerapan ilmu yang mereka pelajari di sekolah. Hadir dalam kegiatan tersebut Guru Besar Fakultas Teknik dari Universitas Sebelas Maret, Agus Purwanto, yang memberikan dukungan dari dunia akademik terhadap penguatan pendidikan berbasis riset dan inovasi.

Komitmen Pertamina dalam Transisi Energi dan Dampak Sosial

Fuel Terminal Manager Tuban, Rahmad Febriadi, menegaskan bahwa program Sekolah Energi Berdikari merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung transisi energi nasional sekaligus membangun dampak sosial yang berkelanjutan. Ia menyatakan bahwa sekolah harus menjadi ruang tumbuh bagi generasi inovator muda yang peduli terhadap lingkungan dan siap menghadapi masa depan.

Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan energi lain yang juga telah menghadirkan program serupa di berbagai daerah untuk mendorong literasi energi bersih dan penggunaan energi terbarukan sejak dini di lingkungan sekolah. Program Sekolah Energi Berdikari merupakan salah satu bentuk nyata dari tanggung jawab sosial dan pendidikan yang terus dikembangkan.

Pengalaman Siswa dan Harapan Ke Depan

Jovita Ridhani, selaku PIC UNS untuk SMPN 2 Jenu, menyampaikan bahwa Expo Proyek STEM memberikan pengalaman belajar yang sangat bermakna bagi siswa, khususnya dalam mengenal isu keberlanjutan dan pekerjaan yang terkait dengan green jobs. Ia mengungkapkan rasa terkesan dengan semangat, kreativitas, dan kualitas proyek yang telah dikembangkan siswa, yang bahkan melampaui ekspektasi.

Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Jenu, Edi Purnomo, sinergi antara sekolah, dunia industri, dan perguruan tinggi ini telah mentransformasi karya siswa dari sekadar tugas sekolah menjadi inovasi bermakna yang memiliki nilai nyata bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Ia berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar ide-ide luar biasa dari anak-anak tidak berhenti di ruang pamer, tetapi berkembang menjadi solusi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat Jenu dan kemajuan pendidikan di Kabupaten Tuban.

Meningkatkan Literasi Energi Sejak Dini

Program Sekolah Energi Berdikari tidak hanya menjadi ajang edukasi teknologi, tetapi juga upaya nyata mendorong generasi muda memahami dan menerapkan prinsip energi bersih serta praktik keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan fokus pada praktik langsung dan proyek inovatif siswa, program tersebut diharapkan dapat menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya energi terbarukan.

Pendidikan energi bersih sejak sekolah dasar dan menengah dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemahaman generasi muda tentang tantangan perubahan iklim dan kebutuhan akan transisi dari energi fosil ke energi terbarukan di masa depan. Program ini juga mendorong keterlibatan aktif siswa dalam mengembangkan ide-ide kreatif melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang aplikatif.

Melalui Sekolah Energi Berdikari, Pertamina berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya paham secara teoritis tentang energi bersih, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kondisi nyata di lingkungan mereka masing-masing. Aktivitas pembelajaran berbasis praktik dan proyek ini diharapkan membuka wawasan siswa terhadap berbagai peluang green jobs dan peran mereka dalam upaya keberlanjutan energi di Indonesia ke depan.

Terkini