Produsen Otomotif Geser Fokus ke Kunci Digital, Tantangan Keamanan Meningkat

Rabu, 11 Februari 2026 | 12:55:12 WIB
Produsen Otomotif Geser Fokus ke Kunci Digital, Tantangan Keamanan Meningkat

JAKARTA - Produsen otomotif dunia kini sedang memasuki babak baru inovasi akses kendaraan dengan transisi dari kunci fisik ke kunci digital, di mana gadget seperti smartphone atau smartwatch dapat menjadi alat utama membuka dan mengaktifkan mobil. Tren ini menunjukkan pergeseran besar dalam cara berkendara yang semakin tergantung pada teknologi, namun juga membuka pintu bagi persoalan serius di ranah cyber security.

Kemudahan Akses Baru Bagi Pengguna Kendaraan

Inovasi kunci digital memberikan pengalaman yang jauh berbeda bagi pengguna dibandingkan dengan kunci tradisional. Dengan teknologi ini, mobil dapat dikendalikan tanpa anak kunci fisik — cukup dengan perangkat pintar yang selalu dibawa pengendara. Sistem ini tidak hanya menghilangkan risiko kehilangan kunci fisik, tetapi juga menawarkan fungsi tambahan seperti membuka pintu secara otomatis ketika pengguna mendekat, menyalakan mesin dari jarak jauh untuk mengatur suhu kabin, hingga berbagi akses kendaraan secara digital kepada keluarga atau teman.

Byaeng-kuk Yoo, Kepala Unit Bisnis Komponen Otomotif LG Innotek, menekankan nilai inovatif teknologi ini dengan mengatakan bahwa kunci digital merupakan “Next-generation Digital Key Solution” yang mengintegrasikan teknologi komunikasi nirkabel canggih untuk memberikan nilai lebih kepada pelanggan.

Sejumlah merek besar seperti Rivian, Audi, Chevrolet, Toyota, Jeep, Porsche, Ford, dan BMW telah memperkenalkan fitur ini di mobil-mobil terbaru mereka, menunjukkan bahwa teknologi ini bukan sekadar tren sesaat, tetapi komponen penting dari masa depan kendaraan modern.

Ancaman Keamanan Siber yang Mengintai Teknologi

Meskipun kemudahan akses menjadi nilai utama dari kunci digital, tidak dapat diabaikan bahwa teknologi ini membawa risiko keamanan siber yang nyata. Kasus nyata yang mencuat belakangan ini adalah gugatan hukum terhadap Hyundai di Inggris setelah sebuah mobil Hyundai Ioniq 5 dicuri hanya dalam waktu kurang dari 20 detik oleh pelaku yang menggunakan perangkat yang dapat meniru sinyal kunci digital. Perangkat ini meniru sinyal kunci, memungkinkan pencuri untuk membuka dan menghidupkan mobil tanpa kunci fisik.

Kejadian tersebut menunjukkan bagaimana metode relay attacks (serangan intersepsi dan penguatan sinyal) dapat dimanfaatkan untuk menembus sistem yang dianggap lebih aman daripada kunci konvensional. Para pakar keamanan siber telah lama memperingatkan bahwa sistem tanpa kunci bisa rentan terhadap berbagai teknik peretasan seperti ini, dan jika perangkat seluler pengguna hilang atau dicuri, data kunci digital bisa diakses tanpa otentikasi berlapis yang kuat.

Temuan serupa juga didukung oleh penelitian dan laporan lain yang menunjukkan bahwa celah keamanan pada kendaraan terhubung (connected cars) dapat memberikan akses bagi peretas untuk mengambil alih fungsi kendaraan, seperti sistem telematika atau bahkan mematikan mesin secara paksa. Risiko ini tidak hanya terbatas pada fitur kunci digital, tetapi juga pada komponen lain dari ekosistem digital mobil yang semakin kompleks.

Keterbatasan Teknis dan Potensi Kegagalan

Selain tantangan keamanan siber, teknologi kunci digital juga menghadapi keterbatasan teknis yang perlu diperhatikan oleh pengguna. Misalnya, apabila baterai ponsel habis, perangkat tidak dapat lagi berfungsi sebagai kunci; hal yang sama berlaku jika terjadi gangguan sinyal yang diperlukan untuk mengakses aplikasi kunci. Situasi seperti itu bisa membuat pengemudi berada di luar mobil tanpa bisa masuk atau menjalankan kendaraan. Gangguan teknis pada aplikasi mobil atau digital wallet yang menyimpan kunci juga dapat menimbulkan frustrasi jika terjadi masalah mendadak, seperti kegagalan pembaruan atau bug aplikasi.

Imbas Perkembangan Industri dan Harapan Masa Depan

Perkembangan teknologi kunci digital sejatinya merupakan bagian dari transformasi digital di industri otomotif yang lebih luas. Kendaraan modern kini sering kali terhubung ke internet dan menjadi bagian dari sistem yang lebih besar — seperti aplikasi ponsel, sistem keamanan berbasis cloud, dan integrasi dengan ekosistem digital lain seperti Apple atau Android. Tren ini diperkirakan akan terus berkembang, namun keberhasilan penerapan teknologi ini bergantung pada kemampuan produsen dalam menghadapi tantangan keamanan digital yang menyertainya.

Para ahli keamanan dan pelaku industri menilai bahwa untuk mengimbangi percepatan adopsi kunci digital, perlu adanya standar keamanan yang kuat serta pendekatan yang lebih holistik dalam melindungi kendaraan dari serangan siber. Hal ini termasuk sertifikasi interoperabilitas antar perangkat, peningkatan protokol keamanan, dan edukasi kepada pengguna mengenai praktik keamanan digital seperti penggunaan autentikasi dua faktor atau perlindungan perangkat seluler.

Terkini