JAKARTA - Pemulihan pascabencana bukan sekadar membangun kembali dinding-dinding yang runtuh, melainkan juga memastikan denyut kehidupan dasar para penyintas tetap terjaga. Di tengah upaya rekonstruksi wilayah pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah, ketersediaan air bersih muncul sebagai tantangan utama yang harus segera diatasi. Menyadari urgensi tersebut, jajaran militer di wilayah Aceh mengambil langkah progresif dengan menghadirkan infrastruktur sanitasi yang memadai guna menjamin standar hidup yang layak bagi warga di lokasi pengungsian.
Prajurit TNI AD yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam Kodam Iskandar Muda membangun sumur bor di lokasi pembangunan hunian sementara (huntara) korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memutus rantai masalah kesehatan yang sering muncul di lingkungan pengungsian akibat krisis air bersih, sekaligus memberikan ketenangan bagi warga yang tengah berupaya bangkit dari keterpurukan.
Sumber Kehidupan di Desa Tunyang Induk: Dukungan Teknologi Portabel
Pusat pembangunan infrastruktur air ini diletakkan pada titik-titik krusial yang paling banyak menampung warga terdampak. Komandan Kodim 0119/Bener Meriah Letkol Inf Ahmad Fauzi dalam keterangan diterima di Banda Aceh, Kamis, mengatakan sumur bor tersebut untuk penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana. Upaya ini dilakukan secara cepat dan presisi menggunakan perangkat modern agar manfaatnya segera dirasakan oleh publik.
"Sumur bor sebagai sumber air bersih tersebut dibangun di lokasi huntara di Desa Tunyang Induk, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah," kata Ahmad Fauzi. Ia mengatakan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, Pembangunan sumur bor dengan mesin air portabel merupakan dukungan TNI dalam mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana. Penggunaan teknologi mesin portabel ini memungkinkan mobilitas dan efisiensi waktu pengerjaan yang lebih tinggi, mengingat kebutuhan air bersifat mendesak.
Lebih dari Sekadar Fisik: Implementasi Misi Kemanusiaan TNI
Bagi prajurit TNI, setiap instalasi pipa dan pengeboran tanah yang dilakukan adalah bentuk nyata dari sumpah pengabdian mereka kepada rakyat. Menurut Ahmad Fauzi, pembangunan sumur bor bukan semata-mata menjalankan tugas fisik, melainkan juga misi kemanusiaan yang bertujuan memberikan sumber kehidupan layak bagi masyarakat terdampak bencana. Fokus pada kebutuhan vital ini menjadi bukti bahwa TNI memahami skala prioritas dalam manajemen pascabencana.
"Dengan adanya sumur bor tersebut, masyarakat terdampak bencana yang berada di lokasi pengungsian mendapatkan air bersih. Air bersih merupakan kebutuhan vital yang menjadi prioritas TNI pascabencana," kata Ahmad Fauzi. Dengan ketersediaan air yang melimpah dan bersih, aktivitas dasar seperti memasak, mandi, dan ibadah tidak lagi menjadi beban tambahan bagi para korban yang telah kehilangan banyak harta benda akibat bencana alam tersebut.
Harapan Keberlanjutan: Menjaga Infrastruktur Secara Kolektif
Meskipun TNI berperan sebagai inisiator pembangunan, keberlangsungan fungsi sumur bor ini ke depannya sangat bergantung pada kepedulian masyarakat sekitar. Perwira menengah TNI AD itu mengharapkan setelah pembangunan selesai, sumur bor tersebut dapat dijaga dan dirawat, sehingga menjadi sumber air bersih secara berkelanjutan bagi masyarakat. Harapannya, sumur ini tidak hanya berfungsi selama masa darurat, tetapi dapat terus digunakan hingga masyarakat benar-benar kembali ke rumah permanen mereka nantinya.
Ia mengatakan kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan bentuk nyata komitmen dan pengabdian prajurit dalam membantu pemulihan kondisi sosial dan kemanusiaan pascabencana. Sinergi antara TNI dan warga dalam merawat fasilitas ini akan menjadi kunci utama pemulihan lingkungan yang lebih cepat dan tangguh.
Komitmen Jangka Panjang Kodam Iskandar Muda di Wilayah Bencana
Langkah Satgas Penanggulangan Bencana Alam di Bener Meriah ini hanyalah salah satu bagian dari narasi besar pengabdian TNI di Tanah Rencong. Kehadiran mereka di garis depan pemulihan sosial mencerminkan doktrin TNI yang selalu hadir dalam setiap kesulitan rakyat. Transformasi dari masa tanggap darurat menuju tahap pemulihan memerlukan stamina dan dedikasi yang konsisten dari seluruh elemen negara.
"Kehadiran Satgas Penanggulangan Bencana Alam Kodam Iskandar Muda ini merupakan komitmen TNI AD dalam membantu masyarakat terdampak bencana, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana," kata Ahmad Fauzi. Melalui pembangunan sumur bor ini, TNI AD tidak hanya mengalirkan air ke dalam tandon-tandon penampungan, tetapi juga mengalirkan harapan baru bagi masyarakat Bener Meriah bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit pascabencana.