Jawa Tengah Incar Investasi Hijau Lewat Kerja Sama Brunei Darussalam

Jumat, 06 Februari 2026 | 09:34:09 WIB
Jawa Tengah Incar Investasi Hijau Lewat Kerja Sama Brunei Darussalam

JAKARTA - Provinsi Jawa Tengah kini tengah bersiap memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi unggulan di kawasan Asia Tenggara melalui kolaborasi strategis dengan Kerajaan Brunei Darussalam. Dalam sebuah pertemuan yang penuh kehangatan namun sarat akan kepentingan ekonomi masa depan, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima kunjungan kehormatan dari anggota keluarga Diraja Brunei, Pangiran Muda Abdul Qawi Ibni Mohamed Bolkiah, beserta jajarannya di Kota Semarang pada Rabu.

Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan diplomatik biasa, melainkan sebuah langkah konkret untuk merealisasikan sinergi pembangunan berkelanjutan yang akan mencakup berbagai sektor fundamental. Fokus utama dari kerja sama ini adalah transformasi energi dan pengelolaan sumber daya lingkungan yang selaras dengan visi nasional menuju kemandirian ekonomi yang ramah lingkungan.

Eksplorasi Sektor Strategis dan Penandatanganan Letter of Intent

Kedatangan tamu kehormatan dari Brunei Darussalam ini dimaksudkan untuk menindaklanjuti rencana investasi di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Pangeran Muda Abdul Qawi beserta stafnya juga ingin melihat langsung titik-titik yang menjadi potensi investasi, sekaligus menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk rencana investasi pada sektor energi terbarukan.

Langkah ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor mancanegara terhadap iklim usaha di Jawa Tengah. Ketertarikan investasi dari Brunei Darussalam di Jawa Tengah mencakup beberapa sektor, mulai dari pengolahan sampah, pertanian, energi terbarukan, hingga sektor strategis pendukung pembangunan berkelanjutan lainnya. Gubernur Ahmad Luthfi memandang bahwa masuknya modal asing dari Brunei akan menjadi stimulus penting bagi 35 kabupaten dan kota yang ada di wilayahnya.

Luthfi menyatakan, dengan 35 kabupaten/kota di provinsi ini, perlu adanya eksplorasi investasi di sejumlah daerah tersebut, guna pemerataan pembangunan dan ekonomi. Karenanya, gubernur menyampaikan terima kasih atas minat yang disampaikan oleh Abdul Qawi.

Akselerasi Program Zero Sampah 2029 dan Ekonomi Sirkular

Salah satu isu krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah tata kelola limbah. Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pengelolaan sampah memang menjadi salah satu prioritas, sebagaimana arahan Presiden RI Prabowo Subianto, agar 2029 zero sampah. Maka, pemerintah daerah harus kreatif untuk mengelola sampah, dan salah satu cara paling efektif adalah dengan menggandeng investor global.

Luthfi memberikan gambaran nyata bahwa skema pengelolaan sampah modern sebenarnya sudah mulai diterapkan di beberapa wilayah. “Untuk pengelolaan sampah yang sudah jalan ada di Banyumas raya dengan RDF, kemudian ada Pekalongan Raya,” kata Luthfi. Kehadiran delegasi Brunei diharapkan mampu memperkuat skema tersebut melalui suntikan modal dan teknologi yang lebih canggih, sehingga target nihil sampah dapat tercapai tepat waktu.

Optimasi Energi Terbarukan dan Kawasan Industri Terpadu Batang

Jawa Tengah memiliki potensi energi alam yang melimpah, khususnya melalui keberadaan sejumlah waduk besar yang tersebar di wilayah tersebut. Dalam diskusi tersebut, gubernur menawarkan agar para investor mengoptimalkan sejumlah waduk yang ada untuk pengembangan energi terbarukan, misalnya melalui pemasangan panel surya terapung atau teknologi hidro.

Lebih lanjut, Ahmad Luthfi juga menyoroti pentingnya dukungan energi bersih bagi kawasan industri besar. Energi terbarukan ini diharapkan mampu menyokong operasional Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan sejumlah kawasan industri lain. Komunikasi intensif dengan pengelola kawasan sudah dilakukan untuk memastikan transisi energi ini berjalan lancar.

“KITB itu kawasan industri terbesar yang kami miliki. Di sana komplet, ada industrinya, pariwisata, perumahan, termasuk nanti mau dibangun dry port (tempat bongkar muat). Jadi kalau mau investasi akan sangat bagus,” ujar Luthfi meyakinkan delegasi.

Diplomasi Tenaga Kerja dan Kunjungan Balasan ke Brunei

Selain membahas aliran modal, pertemuan ini juga menyentuh aspek perlindungan warga negara. Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu penyumbang tenaga kerja migran terbesar di Brunei Darussalam. Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap warganya di luar negeri, Ahmad Luthfi merencanakan kunjungan balasan ke Brunei Darussalam dalam waktu dekat.

Kunjungan tersebut nantinya tidak hanya difokuskan pada penandatanganan kerja sama lanjutan, tetapi juga untuk bertemu dengan para pekerja migran asal Jawa Tengah. Sebab, di sana terdapat banyak tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Tengah yang perlu dipastikan kesejahteraannya.

Apresiasi Pangiran Muda Abdul Qawi terhadap Potensi Daerah

Menanggapi sambutan hangat tersebut, Pangiran Muda Abdul Qawi menyampaikan kesannya selama berada di Jawa Tengah. Ia mengaku sudah mengunjungi beberapa lokasi ikonik, termasuk Candi Borobudur yang terakhir ia kunjungi sekitar dua dekade silam. Ia mengapresiasi kemajuan dan potensi besar yang dimiliki provinsi ini.

Terkait potensi kerja sama, Abdul Qawi juga sudah mengajak beberapa delegasi untuk membahas hal-hal teknis dengan dinas atau instansi terkait agar implementasi investasi dapat segera dilakukan. Sebagai informasi tambahan, catatan investasi Brunei Darussalam di Jawa Tengah hingga tahun 2025 lalu telah mencapai angka lebih kurang Rp5 miliar, dan melalui kerja sama baru ini, angka tersebut diprediksi akan melonjak signifikan seiring dengan realisasi komitmen di sektor energi dan infrastruktur.

Terkini