Investasi Konektivitas: Pelni Terima Suntikan Modal Rp 2,5 Triliun untuk Peremajaan Armada Kapal Baru

Kamis, 05 Februari 2026 | 09:07:59 WIB
Investasi Konektivitas: Pelni Terima Suntikan Modal Rp 2,5 Triliun untuk Peremajaan Armada Kapal Baru

JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni resmi mendapatkan dukungan finansial besar dari pemerintah guna memperkuat infrastruktur transportasi laut nasional. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, Pelni memperoleh suntikan modal sebesar Rp 2,5 triliun.

Kepastian pendanaan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2025 yang telah ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto pada 30 Desember 2025. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas konektivitas dan aksesibilitas antarwilayah di seluruh kepulauan Indonesia.

Fokus pada Peremajaan Kapal dan Industri Dalam Negeri

Dalam beleid tersebut, penyertaan modal negara (PMN) ditujukan khusus untuk memperkuat armada nasional yang mulai menua. Pelni ditugaskan untuk melakukan peremajaan kapal penumpang guna menjamin standar keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya pengguna layanan kelas ekonomi.

Menariknya, pemerintah memberikan instruksi tegas agar proses pengadaan armada ini memberikan dampak positif bagi sektor manufaktur domestik.

Memperkuat Logistik dan Aksesibilitas Nasional

Suntikan modal ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan investasi jangka panjang untuk memastikan urat nadi transportasi laut tetap berdenyut. Dengan penambahan tiga kapal baru, Pelni diharapkan mampu:

Meningkatkan frekuensi pelayaran di rute-rute perintis maupun komersial.

Mendorong efisiensi biaya logistik melalui armada yang lebih modern dan hemat bahan bakar.

Mendukung kemandirian industri maritim dengan melibatkan galangan kapal lokal dalam proses produksinya.

Modernisasi armada ini menjadi krusial mengingat peran Pelni sebagai penyedia jasa angkutan laut utama yang menghubungkan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dengan kapal-kapal baru yang lebih andal, diharapkan kesenjangan ekonomi antarwilayah dapat terus ditekan melalui distribusi penumpang dan barang yang lebih lancar.

Terkini