Jennie BLACKPINK Tampil Perdana Rambut Keriting Tuai Sorotan Publik Disebut Ahjumma

Selasa, 03 Februari 2026 | 10:29:45 WIB
Jennie BLACKPINK Tampil Perdana Rambut Keriting Tuai Sorotan Publik Disebut Ahjumma

JAKARTA - Usai menuntaskan rangkaian konser dunia DEADLINE di Hong Kong, Jennie BLACKPINK langsung melanjutkan agendanya ke Aspen, Colorado, Amerika Serikat. 

Kehadirannya di peragaan busana Moncler Grenoble Fall/Winter 2026 pada Sabtu malam, 31 Januari 2026, justru memunculkan perbincangan baru di kalangan publik. Bukan hanya soal busana musim dingin yang dikenakannya, melainkan perubahan gaya rambut yang belum pernah ia tampilkan sebelumnya.

Untuk pertama kalinya, Jennie muncul di hadapan publik dengan rambut keriting yang diikat ke atas. Transformasi tersebut sontak mencuri perhatian dan memicu beragam reaksi warganet. Penampilannya kali ini terasa sangat berbeda dari citra glamor dan sleek yang selama ini melekat pada dirinya, sehingga menjadi bahan diskusi hangat di media sosial.

Gaya Rambut Baru Picu Beragam Reaksi

Tata rambut dan riasan Jennie langsung menuai komentar dari para pengamat mode daring. Sebagian warganet menilai gaya tersebut terkesan kuno dan tidak selaras dengan tren fesyen mutakhir. Ada pula yang menyebut riasannya terlihat kusam dan membuat aura bintangnya seakan meredup dibandingkan penampilan-penampilan sebelumnya.

Tak sedikit pula yang mengaku kesulitan mengenali Jennie pada pandangan pertama. Sejumlah komentar menyebutkan bahwa perubahan gaya ini membuat visualnya jauh dari kesan idol K-pop modern. Bahkan, beberapa warganet membandingkan penampilan tersebut dengan gaya ahjumma, istilah yang merujuk pada perempuan paruh baya di Korea.

"Dia benar-benar terlihat seperti ajumma Korea-Amerika," tulis seorang warganet, dikutip dari Koreaboo, Minggu, 1 Februari 2026. Komentar lain berbunyi, "Sejujurnya aku bahkan tidak mengenalinya sebagai Jennie." Ada pula yang menambahkan, “Apa yang mereka lakukan pada rambutnya…?”

Busana Musim Dingin yang Serba Tertutup

Terlepas dari kritik tersebut, penampilan Jennie tetap menunjukkan pertimbangan fungsional yang kuat. Aspen dikenal dengan suhu ekstrem pada musim dingin, bahkan disebutkan berada jauh di bawah titik beku saat acara berlangsung. Demi melindungi tubuhnya dari udara dingin yang menusuk, Jennie memilih busana ski berwarna abu-abu yang menutupi tubuhnya dari kepala hingga kaki.

Pilihan busana ini membuatnya tampil jauh dari kesan seksi atau berani potongan, seperti yang sering ia tampilkan di berbagai acara lain. Meski demikian, gaya tersebut tetap memancarkan kemewahan dan kredibilitas mode yang effortless, selaras dengan karakter Moncler Grenoble sebagai rumah mode spesialis pakaian musim dingin.

Balutan busana tertutup ini juga menegaskan sisi versatility Jennie sebagai ikon fesyen. Ia mampu menyesuaikan gaya dengan konteks cuaca dan acara, tanpa kehilangan identitasnya sebagai figur mode global.

Detail Busana Moncler Grenoble

Melansir KBizoom, busana utama Jennie berupa jumpsuit bergaya utilitas yang dibuat dari material tebal dan dirancang khusus untuk cuaca ekstrem. Detail kerah bergaya kemeja, kancing depan, serta saku besar menjadi elemen yang menonjol, memadukan fungsi dan estetika khas Moncler Grenoble.

Namun, lapisan tebal tersebut sedikit menyamarkan proporsi tubuhnya. Hal ini memicu komentar bercanda dari warganet yang menyebut Jennie terlihat “pendek tapi menggemaskan.” Meski begitu, sepatu ski tebal dengan tali putih kontras yang dikenakannya justru menambah daya tarik visual di tengah lanskap salju Aspen.

Rambut keriting yang diikat rapi berpadu dengan riasan minimalis. Makeup-nya menonjolkan kulit halus dan sorot mata tajam, menghadirkan estetika “cold girl” yang dingin namun elegan, selaras dengan suasana pegunungan bersalju.

Spekulasi Kolaborasi dengan Moncler

Penampilan Jennie di ajang ini juga memicu spekulasi baru di kalangan pengamat industri mode. Banyak yang menduga kehadirannya bukan sekadar sebagai tamu undangan, melainkan sinyal awal kolaborasi antara Jennie dan Moncler di masa mendatang.

Sebagai figur yang kerap menjadi wajah berbagai merek global, potensi kolaborasi ini dinilai masuk akal. Jennie dikenal mampu mengangkat citra brand melalui kehadiran dan pengaruhnya yang besar di dunia fesyen internasional.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi terkait kerja sama tersebut. Namun, antusiasme publik terhadap kemungkinan kolaborasi ini terus menguat seiring dengan konsistensi Jennie dalam dunia mode kelas dunia.

Kontras dengan Penampilan di Golden Disc Awards

Jika dibandingkan dengan penampilannya di Golden Disc Awards ke-40, transformasi Jennie di Aspen terasa sangat kontras. Pada ajang yang digelar di Taipei, Taiwan, Sabtu, 10 Januari 2026, Jennie tampil anggun dengan gaun merah menyala rancangan Maison Margiela.

Gaun bustier tanpa tali dengan detail lengan berlipit dramatis tersebut menonjolkan siluet tubuhnya secara elegan. Busana itu dibuat khusus oleh Glenn Martens, dengan referensi dari koleksi Fall/Winter 2026 Maison Margiela, dan sukses menuai pujian luas.

Jennie melengkapi tampilannya dengan kalung bermata rubi dan berlian, batu yang kerap ia pilih sebagai simbol dari nama lengkapnya, Jennie Ruby Jane. Riasan tipis dan rambut lurus panjang tanpa aksesori menegaskan pesona klasik yang berbeda jauh dari gaya di Aspen.

Masa Depan BLACKPINK Jadi Perhatian

Di tengah sorotan terhadap penampilan individunya, masa depan BLACKPINK juga kembali menjadi perbincangan. Mengutip Koreaboo, Kamis, 29 Januari 2026, BLACKPINK resmi menutup tur dunia DEADLINE di Hong Kong pada 26 Januari 2026 dengan suasana emosional.

Forbes bahkan menyoroti ketidakpastian arah grup tersebut dalam artikel berjudul “BLACKPINK Baru Saja Menyelesaikan Tur Terbesar dalam Karier Mereka. Akankah Ada Tur Lainnya?” Media itu ?menggambarkan masa depan BLACKPINK sebagai salah satu tanda tanya terbesar di industri K-pop.

Meski kontrak grup dengan YG Entertainment diperpanjang pada Desember 2023, keempat anggota memilih jalur individu masing-masing. Jennie dengan Odd Atelier, Lisa dengan Lloud, Jisoo dengan Blissoo, dan Rosé bersama The Black Label. Negosiasi ulang kontrak grup disebut-sebut akan menjadi perhatian utama pada paruh kedua 2026.

Terkini