JAKARTA - Memelihara kucing di rumah bukan sekadar soal hobi atau kegemaran terhadap hewan lucu dan menggemaskan.
Di balik tingkahnya yang manja dan menghibur, kucing ternyata menyimpan beragam manfaat nyata bagi kesehatan pemiliknya. Sejumlah penelitian ilmiah bahkan menunjukkan bahwa kehadiran kucing dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi tubuh dan kondisi psikologis manusia.
Dalam beberapa dekade terakhir, para peneliti di berbagai negara mulai menaruh perhatian pada hubungan manusia dan hewan peliharaan. Kucing, sebagai salah satu hewan peliharaan paling populer, kerap menjadi objek penelitian karena interaksinya yang dekat dengan manusia. Hasilnya, banyak temuan ilmiah yang menguatkan anggapan bahwa kucing bukan sekadar teman bermain, tetapi juga pendukung kesehatan.
Interaksi sederhana seperti membelai, bermain, atau sekadar berada di ruangan yang sama dengan kucing terbukti memicu respons biologis tertentu dalam tubuh manusia. Respons inilah yang kemudian berkontribusi pada peningkatan kesehatan fisik maupun mental. Berikut tujuh manfaat memelihara kucing di rumah yang telah dibuktikan melalui berbagai penelitian ilmiah.
Menjaga Tekanan Darah Tetap Stabil
Tekanan darah tinggi menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit kronis. Menariknya, memelihara kucing dikaitkan dengan tekanan darah yang lebih rendah. Penelitian di Australia yang melibatkan 5.741 responden menemukan bahwa pemilik hewan peliharaan cenderung memiliki tekanan darah lebih stabil dibandingkan mereka yang tidak memelihara hewan.
Penelitian tersebut membandingkan individu dengan latar belakang sosioekonomi dan indeks massa tubuh yang sama. Hasilnya tetap menunjukkan perbedaan signifikan pada tekanan darah. Kehadiran kucing dinilai membantu menciptakan suasana rileks yang berpengaruh pada sistem kardiovaskular.
Mengurangi Stres dalam Aktivitas Sehari-hari
Stres menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Aktivitas membelai atau memeluk kucing terbukti merangsang pelepasan hormon endorfin, hormon alami yang membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan suasana hati. Efek ini membuat pemilik kucing merasa lebih tenang dan nyaman.
Selain itu, merawat dan bermain dengan kucing mendorong aktivitas fisik ringan yang bermanfaat bagi tubuh. Rutinitas ini membantu mengurangi gejala fisik stres, seperti ketegangan otot dan kelelahan mental. Tidak heran jika banyak orang merasa lebih rileks setelah berinteraksi dengan kucing.
Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Manfaat memelihara kucing juga berkaitan dengan kesehatan jantung. Studi dari Pusat Penelitian Universitas Minnesota, Amerika Serikat, mengungkap bahwa orang yang tidak memelihara kucing memiliki risiko meninggal akibat penyakit jantung sekitar 30 hingga 40 persen lebih tinggi.
Penelitian tersebut dilakukan selama sepuluh tahun dengan melibatkan 4.435 responden. Hasilnya menunjukkan bahwa interaksi jangka panjang dengan kucing berkontribusi pada penurunan risiko penyakit kardiovaskular. Efek relaksasi yang ditimbulkan kucing diduga menjadi faktor penting dalam temuan ini.
Mendukung Perkembangan Anak dengan Autisme
Kehadiran kucing juga memberikan dampak positif bagi anak-anak, termasuk mereka yang mengalami gangguan spektrum autisme. Penelitian dari University of Missouri menunjukkan adanya peningkatan interaksi sosial pada anak penderita autisme yang hidup bersama hewan peliharaan.
Hampir setengah keluarga dalam penelitian tersebut memelihara kucing. Orang tua melaporkan adanya ikatan emosional yang kuat antara anak dan kucing, yang membantu anak lebih terbuka secara sosial. Hubungan ini memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi anak.
Membantu Meredakan Nyeri Otot dan Sendi
Salah satu keunikan kucing adalah suara dengkurannya atau purring. Suara ini ternyata memiliki frekuensi getaran antara 20 hingga 140 hertz, yang dikaitkan dengan efek penyembuhan pada tulang, sendi, dan otot manusia.
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa frekuensi tersebut dapat membantu proses regenerasi jaringan dan mengurangi rasa nyeri. Tidak sedikit pemilik kucing yang merasakan tubuh lebih rileks saat kucing mendengkur di dekat mereka.
Meningkatkan Kesehatan Mental
Interaksi dengan kucing memicu pelepasan hormon oksitosin, yang dikenal sebagai hormon cinta dan koneksi sosial. Hormon ini berperan penting dalam menciptakan perasaan bahagia, aman, dan terhubung secara emosional.
Penelitian Allen et al. (2020) menunjukkan bahwa bermain dengan kucing dalam sesi terapi dapat menurunkan kadar kortisol, hormon stres dalam tubuh. Partisipan penelitian mengalami penurunan kecemasan dan merasa lebih rileks setelah berinteraksi dengan kucing.
Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh
Memelihara kucing sejak dini juga dikaitkan dengan sistem imun yang lebih kuat, terutama pada anak-anak. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang tumbuh bersama hewan peliharaan memiliki risiko lebih rendah terhadap alergi, infeksi, dan gangguan pernapasan.
Paparan mikroorganisme alami dari lingkungan hewan peliharaan membantu tubuh anak membangun sistem kekebalan yang lebih adaptif. Dengan demikian, memelihara kucing tidak hanya memberikan kebahagiaan, tetapi juga perlindungan kesehatan jangka panjang bagi keluarga.