JAKARTA - Mengolah bahan alami di sekitar lingkungan menjadi camilan bernilai tambah kini semakin diminati.
Selain lebih hemat, cara ini juga membuka ruang kreativitas dalam menghadirkan sajian unik berbahan sederhana. Salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan adalah daun kenikir, yang selama ini lebih dikenal sebagai lalapan pendamping hidangan tradisional.
Daun kenikir atau Cosmos caudatus memiliki aroma khas dan rasa yang unik. Biasanya, daun ini dikonsumsi dalam keadaan segar atau direbus sebagai sayuran. Namun, melalui proses pengolahan yang tepat, daun kenikir dapat disulap menjadi keripik renyah yang menggugah selera dan memiliki tampilan lebih modern.
Inovasi mengolah daun kenikir menjadi keripik tidak hanya menghadirkan sensasi rasa baru, tetapi juga tetap mempertahankan karakter asli dari bahan alaminya. Tekstur yang renyah berpadu dengan rasa gurih menjadikan camilan ini cocok sebagai teman bersantai maupun pelengkap hidangan.
Artikel ini mengulas secara menyeluruh cara membuat keripik daun kenikir yang renyah dan tahan lama. Seluruh langkah disusun sesuai sumber aslinya tanpa mengubah isi maupun kutipan, sehingga dapat dijadikan panduan praktis bagi siapa saja yang ingin mencoba di rumah, dilansir Liputan6 dari berbagai sumber pada Jumat (30/1/2026).
Persiapan Daun Kenikir yang Tepat
Tahapan awal dalam proses pembuatan keripik daun kenikir adalah mempersiapkan bahan baku utama dengan benar. Kualitas daun kenikir sangat menentukan hasil akhir keripik, baik dari segi rasa maupun tekstur.
Pilih daun kenikir yang masih muda dan segar. Daun muda cenderung memiliki rasa yang lebih ringan serta tekstur yang lebih lentur dibandingkan daun yang terlalu tua. Hindari penggunaan batang tua karena berpotensi membuat keripik menjadi keras dan pahit.
Setelah dipilih, cuci setiap helai daun kenikir di bawah air mengalir hingga benar-benar bersih. Proses pencucian ini penting untuk menghilangkan kotoran, debu, sisa getah, serta residu lain yang dapat memengaruhi cita rasa.
Untuk mengurangi rasa pahit alami, proses blansir dapat dilakukan sebagai langkah opsional. Rendam daun kenikir ke dalam air mendidih selama satu hingga dua menit, lalu segera angkat dan siram dengan air dingin agar proses pemasakan terhenti.
Tahap terakhir adalah pengeringan daun. Tiriskan daun kenikir hingga benar-benar kering sebelum masuk ke tahap pelapisan adonan. Kelembapan yang tersisa dapat menyebabkan keripik sulit renyah saat digoreng.
Peran Adonan Pelapis dalam Kerenyahan
Adonan pelapis menjadi komponen penting yang menentukan karakter keripik daun kenikir. Komposisi yang seimbang akan menghasilkan lapisan tipis, renyah, dan tidak mudah keras setelah digoreng.
Bahan utama adonan terdiri dari tepung beras dan tepung kanji atau tapioka. Kombinasi ini berfungsi menciptakan tekstur garing yang ringan. Tambahan kuning telur dan santan memberikan rasa gurih serta warna yang menarik.
Bumbu halus seperti bawang putih, kemiri sangrai, kencur, ketumbar, dan garam dihaluskan terlebih dahulu. Bumbu ini tidak hanya menambah cita rasa, tetapi juga membantu mengurangi aroma langu pada daun kenikir.
Campurkan tepung beras dan tepung tapioka dalam satu wadah, lalu masukkan bumbu halus dan kuning telur. Santan ditambahkan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan tercampur rata.
Pastikan adonan memiliki konsistensi yang cukup encer. Adonan yang terlalu kental akan membuat lapisan tepung menjadi tebal dan berpotensi menghasilkan keripik yang keras, bukan renyah.
Tahap Penggorengan yang Menentukan Hasil
Proses penggorengan menjadi kunci utama dalam menciptakan keripik daun kenikir yang renyah dan tahan lama. Teknik yang tepat akan menghasilkan keripik dengan warna keemasan dan tekstur yang pecah saat digigit.
Panaskan minyak goreng dalam jumlah cukup banyak dengan api sedang. Minyak harus benar-benar panas dan stabil agar adonan langsung mengering saat daun dimasukkan.
Celupkan daun kenikir satu per satu ke dalam adonan hingga seluruh permukaan terlapisi tipis dan merata. Hindari mencelupkan terlalu lama agar adonan tidak menumpuk.
Masukkan daun kenikir yang telah dilapisi adonan ke dalam minyak panas. Goreng hingga keripik berubah warna menjadi kuning keemasan dan terlihat kering.
Setelah matang, angkat keripik dan tiriskan menggunakan saringan atau kertas penyerap minyak. Proses penirisan ini penting untuk mengurangi sisa minyak agar keripik tidak cepat melempem.
Menjaga Rasa dan Tekstur Keripik
Agar keripik daun kenikir memiliki kualitas yang konsisten, beberapa hal perlu diperhatikan selama proses pembuatan. Kestabilan suhu minyak dan ketebalan adonan sangat berpengaruh pada hasil akhir.
Penggunaan api yang terlalu kecil dapat membuat keripik menyerap minyak berlebih, sedangkan api terlalu besar berisiko membuat keripik cepat gosong. Oleh karena itu, api sedang menjadi pilihan paling ideal.
Jika rasa pahit masih terasa, proses blansir dapat diperpanjang sedikit, namun tetap perlu diperhatikan agar daun tidak terlalu layu. Penanganan daun sejak awal sangat menentukan rasa akhir keripik.
Setelah keripik matang, variasi rasa dapat ditambahkan dengan bumbu tabur sesuai selera. Pilihan rasa seperti balado, pedas, jagung bakar, atau barbekyu dapat memberikan nilai tambah pada camilan ini.
Penyimpanan Agar Tahan Lebih Lama
Keripik daun kenikir yang sudah dingin sebaiknya langsung disimpan dalam wadah kedap udara. Penyimpanan yang tepat akan membantu menjaga kerenyahan dan kualitas rasa dalam waktu lebih lama.
Pastikan keripik benar-benar berada pada suhu ruang sebelum disimpan. Menyimpan keripik yang masih hangat dapat menyebabkan uap air terperangkap dan membuat keripik cepat melempem.
Wadah tertutup rapat dan kering menjadi pilihan terbaik untuk penyimpanan. Dengan cara ini, keripik daun kenikir dapat dinikmati dalam kondisi renyah sebagai camilan rumahan maupun ide usaha sederhana berbasis bahan alami.