JAKARTA - Es gabus bukan sekadar jajanan dingin pelepas dahaga, tetapi juga potongan kenangan masa kecil yang masih melekat di ingatan banyak orang.
Jajanan tradisional ini kembali menarik perhatian karena kesederhanaannya serta penggunaan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan. Teksturnya padat namun lembut saat digigit, memberikan sensasi berbeda dibandingkan es krim modern. Dari sisi rasa hingga cara penyajiannya, es gabus menghadirkan nuansa nostalgia yang kuat dan hangat.
Di tengah maraknya makanan kekinian, es gabus tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Proses pembuatannya yang tidak rumit membuat siapa pun bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah. Bahan seperti tepung hunkwe, santan, dan gula pasir menjadi kunci utama cita rasanya. Dengan sedikit kreativitas, es gabus dapat disajikan dengan variasi warna dan rasa yang menarik tanpa meninggalkan karakter aslinya.
Keunggulan lain dari es gabus adalah fleksibilitas dalam pengolahan. Jajanan ini bisa dikreasikan sesuai selera keluarga, baik dari segi rasa, warna, maupun bentuk. Selain itu, penggunaan bahan alami menjadikannya lebih aman dikonsumsi, terutama untuk anak-anak. Tidak heran jika es gabus kembali populer sebagai camilan rumahan yang sederhana namun berkesan.
Jejak Es Gabus dalam Kenangan Jajanan Sekolah
Es gabus telah dikenal luas di Indonesia sejak pertengahan abad ke-20 dan mencapai puncak popularitas pada era 1970-an hingga 1980-an. Pada masa itu, jajanan ini kerap dijual di sekitar sekolah, taman, dan lingkungan permukiman. Anak-anak menantikan kedatangannya saat jam istirahat atau pulang sekolah. Harganya yang terjangkau membuat es gabus mudah dinikmati oleh semua kalangan.
Sebagaimana dikutip dari laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, es gabus merupakan jajanan tradisional yang telah dikenal sejak lama. Popularitasnya meningkat seiring kebiasaan pedagang keliling yang menjajakan es ini dengan gerobak atau sepeda. Bentuknya yang berwarna-warni dan rasanya yang manis gurih menjadi daya tarik utama bagi anak-anak sekolah pada masa itu.
Es gabus juga dikenal dengan sebutan lain seperti es kue, dengan ciri khas potongan menyerupai balok atau kue kecil. Pengemasannya pun sederhana, menggunakan kertas atau plastik. Kesederhanaan inilah yang justru memperkuat identitas es gabus sebagai jajanan rakyat yang merakyat dan mudah diingat.
Rahasia Tekstur Lembut dan Rasa Khas Es Gabus
Kelezatan es gabus terletak pada teksturnya yang unik, yaitu padat namun lembut saat disantap. Tekstur ini dihasilkan dari penggunaan tepung hunkwe yang dimasak bersama santan. Berbeda dengan es krim yang mengandalkan krim susu, es gabus mengandalkan pati kacang hijau sebagai pembentuk tekstur utamanya. Hasilnya adalah sensasi empuk yang khas dan tidak mudah ditiru.
Tepung hunkwe memiliki peran penting dalam proses pembuatan es gabus. Saat dimasak dengan cairan, tepung ini akan mengental dan membentuk adonan elastis. Proses pemasakan yang tepat akan menghasilkan adonan halus tanpa gumpalan. Santan kelapa kemudian memberikan rasa gurih alami yang menyeimbangkan rasa manis dari gula.
Kombinasi santan dan gula menciptakan cita rasa manis gurih yang lembut di lidah. Beberapa variasi rumahan menambahkan susu UHT atau susu segar untuk rasa yang lebih ringan. Meski begitu, penggunaan bahan alami tetap menjadi ciri utama es gabus, menjadikannya camilan yang relatif aman dan ramah untuk dikonsumsi keluarga.
Bahan Alami untuk Membuat Es Gabus Rumahan
Membuat es gabus sendiri di rumah memberikan kebebasan dalam memilih bahan yang berkualitas. Prosesnya tidak memerlukan peralatan khusus maupun keahlian memasak tingkat tinggi. Dengan bahan yang tepat, hasil es gabus rumahan bisa sama lezatnya dengan jajanan yang dijual pedagang keliling. Selain itu, kebersihan dan kualitas bahan dapat lebih terjamin.
Penggunaan bahan alami juga memungkinkan penyesuaian rasa dan warna sesuai selera. Pewarna buatan dapat diganti dengan ekstrak pandan, jus buah naga, atau bahan alami lainnya. Langkah ini tidak hanya membuat tampilan lebih menarik, tetapi juga menambah nilai gizi. Dengan demikian, es gabus bisa menjadi camilan menyegarkan sekaligus lebih sehat.
Adapun bahan yang diperlukan antara lain satu bungkus tepung hunkwe sekitar 95–100 gram, gula pasir sesuai selera, santan kelapa, serta sedikit garam. Pewarna makanan alami dapat ditambahkan sesuai kebutuhan. Takaran bahan ini dapat disesuaikan kembali dengan jumlah dan rasa yang diinginkan.
Tahapan Pembuatan Es Gabus yang Mudah Diikuti
Proses pembuatan es gabus terdiri dari beberapa tahap sederhana yang harus dilakukan secara berurutan. Semua bahan dicampur terlebih dahulu hingga tidak menggumpal, lalu dibagi sesuai kebutuhan warna. Setiap bagian adonan dimasak di atas api kecil sambil terus diaduk. Tahap ini penting untuk menghasilkan tekstur yang halus dan lembut.
Setelah adonan mengental dan matang, adonan dituangkan ke dalam cetakan secara berlapis. Setiap lapisan perlu didiamkan sejenak hingga agak mengeras sebelum ditimpa lapisan berikutnya. Proses ini dilakukan hingga semua adonan habis. Setelah itu, adonan didinginkan hingga suhu ruang sebelum dimasukkan ke dalam freezer.
Es gabus perlu dibekukan hingga benar-benar padat agar mudah dipotong. Setelah beku, es dapat dikeluarkan dari cetakan dan dipotong sesuai ukuran. Potongan es gabus kemudian siap disajikan atau dikemas. Tahapan yang sederhana ini membuat es gabus cocok dibuat sebagai kegiatan bersama keluarga di rumah.
Cara Mengemas dan Menyimpan Es Gabus Agar Tahan Lama
Pengemasan es gabus berperan penting dalam menjaga kebersihan dan bentuknya. Setiap potongan es sebaiknya dibungkus plastik bening secara rapat. Pengemasan yang baik membantu mencegah kontaminasi serta menjaga tekstur es tetap utuh. Untuk tampilan menarik, plastik kemasan bermotif juga bisa digunakan.
Dalam hal penyimpanan, es gabus sebaiknya disimpan di freezer dengan suhu stabil. Suhu yang konsisten membantu menjaga kualitas dan mencegah pembentukan kristal es berlebih. Es gabus yang dibungkus rapat juga tidak mudah menyerap bau dari makanan lain di freezer. Dengan penyimpanan yang tepat, es gabus dapat bertahan hingga beberapa minggu.
Hindari menyimpan es gabus di bagian pintu freezer karena suhu di area tersebut sering berubah. Untuk hasil terbaik, es gabus sebaiknya dikonsumsi dalam waktu tidak terlalu lama setelah pembuatan. Dengan cara ini, tekstur lembut dan rasa khasnya tetap terjaga saat disantap.