Kemenkes Tegaskan Super Flu Subclade K Masih Terkendali di RI

Jumat, 02 Januari 2026 | 12:25:41 WIB
Kemenkes Tegaskan Super Flu Subclade K Masih Terkendali di RI

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan bahwa situasi influenza A(H3N2) subclade K, yang kerap disebut sebagai super flu, masih berada dalam kondisi terkendali di Indonesia. 

Hingga akhir Desember 2025, tercatat sebanyak 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi, tanpa indikasi peningkatan tingkat keparahan penyakit. Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak perlu panik, meskipun virus ini telah menjadi perhatian global sejak muncul di pertengahan 2025.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa secara global peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau sejak minggu ke-40 tahun 2025, bertepatan dengan masuknya musim dingin di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat. Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS pada Agustus 2025.

“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat, dengan mayoritas penderita adalah perempuan dan kelompok usia anak,” ujar dr. Prima.

Gejala Super Flu Subclade K Tidak Lebih Berat dari Flu Biasa

Meski telah dilaporkan di lebih dari 80 negara, dr. Prima menegaskan bahwa berdasarkan penilaian World Health Organization (WHO) dan data epidemiologi yang tersedia, subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan varian influenza lainnya. Gejala yang muncul umumnya menyerupai flu musiman, sehingga tidak ada indikasi peningkatan risiko komplikasi serius bagi penderita.

“Gejala yang dilaporkan antara lain demam, batuk, pilek, sakit kepala, hingga nyeri tenggorokan. Tidak ada bukti bahwa subclade K menyebabkan penyakit yang lebih berat,” kata dr. Prima. Penjelasan ini sekaligus menenangkan masyarakat, terutama orang tua yang memiliki anak-anak dalam kelompok usia rentan.

Perkembangan Super Flu di Kawasan Asia

Di kawasan Asia, subclade K telah terdeteksi di sejumlah negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025. Meski influenza A(H3) menjadi varian dominan di wilayah ini, tren kasus justru menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir. Hal ini menunjukkan efektivitas strategi pengendalian yang diterapkan, termasuk vaksinasi tahunan, protokol kesehatan, dan pemantauan epidemiologi.

Sementara di Indonesia, surveilans juga menunjukkan bahwa influenza A(H3) tetap menjadi varian dominan. Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang rampung pada 25 Desember 2025, subclade K telah terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas kesehatan. Temuan ini menjadi dasar bagi Kemenkes untuk merancang strategi mitigasi lebih lanjut, termasuk penguatan kapasitas laboratorium dan fasilitas layanan kesehatan.

Langkah Kemenkes dalam Mengantisipasi Influenza

Kemenkes menegaskan akan terus memperkuat surveilans, pelaporan, serta kesiapsiagaan nasional dalam merespons perkembangan influenza. Peningkatan kapasitas sistem informasi kesehatan dan pemantauan kasus di daerah menjadi salah satu fokus utama agar setiap peningkatan kasus dapat ditangani lebih cepat.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis. “Vaksinasi tahunan menjadi salah satu cara efektif untuk melindungi diri dari varian influenza, termasuk subclade K,” kata dr. Prima.

Masyarakat Dihimbau Tetap Waspada Tapi Tenang

Meski virus ini disebut super flu, fakta bahwa kasus di Indonesia masih sedikit dan tidak ada peningkatan keparahan menjadi kabar positif. Masyarakat diminta tetap waspada namun tidak panik, dengan memperhatikan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker jika flu, dan menghindari kerumunan saat musim influenza meningkat.

Selain itu, orang tua diimbau untuk memantau gejala pada anak-anak, segera memeriksakan ke fasilitas kesehatan jika demam tinggi atau batuk parah muncul. Langkah-langkah pencegahan sederhana ini diyakini efektif menekan risiko penyebaran virus di komunitas.

Kolaborasi Nasional dan Global

Penanganan influenza A(H3N2) subclade K juga memerlukan kolaborasi lintas sektor, baik di tingkat nasional maupun global. Kemenkes bekerja sama dengan WHO, CDC, dan lembaga kesehatan regional untuk memastikan data terbaru dan strategi pengendalian terpadu. Pendekatan ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan mutasi virus dan menjaga kesiapsiagaan sistem kesehatan.

Dengan strategi surveilans yang diperkuat, edukasi publik, dan vaksinasi tahunan, Kemenkes optimistis Indonesia mampu menjaga situasi super flu tetap terkendali dan melindungi masyarakat dari dampak serius. Ke depannya, masyarakat diharapkan lebih sadar akan pentingnya pencegahan flu dan menjaga kesehatan sepanjang tahun.

Terkini