Breaking

Produksi Beras Agustus 2026 Turun 2,9%, BPS Peringatkan Panen 3 Bulan ke Depan Anjlok 12%

KE
Minggu, 04 Oktober 2026
Produksi Beras Agustus 2026 Turun 2,9%, BPS Peringatkan Panen 3 Bulan ke Depan Anjlok 12%
Produksi Beras Agustus 2026 Turun 2,9%, BPS Peringatkan Panen 3 Bulan ke Depan Anjlok 12%

TEROPONGBISNIS.ID — Badan Pusat Statistik mencatat produksi beras nasional pada Agustus 2026 mencapai 3,15 juta ton, turun 2,90% dibanding periode yang sama tahun lalu. Penurunan dipicu menyusutnya luas panen padi yang hanya 1,08 juta hektare, berkurang 2,83% akibat El Nino yang tahun ini lebih keras dibanding 2023.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut penurunan ini terlihat dari proporsi luas standing crop atau pertanaman padi pada fase sebelum panen. Pada Agustus 2026, proporsi itu hanya 28,07%, lebih rendah dari periode El Nino 2023 yang mencapai 29,79%.

El Nino 2026 Lebih Berat Dibanding Siklus 2023

Angka standing crop Agustus 2026 menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir. Sebagai perbandingan, Agustus 2021 proporsinya 31,16%, Agustus 2022 sebesar 31,98%, lalu Agustus 2024 dan Agustus 2025 masing-masing 33,24% dan 34,15%.

"Penurunan luas standing crop mengidentifikasikan lebih rendahnya luas pertanaman padi yang berada pada fase sebelum panen, yaitu fase vegetatif awal, vegetatif akhir dan juga generatif," kata Ateng di kantornya, Jakarta.

Fase-fase itu menentukan bobot gabah yang akan dipanen. Ketika luas pertanaman di tiga fase tersebut menyusut, produksi beras beberapa pekan berikutnya hampir pasti ikut turun.

Kumulatif Januari-Agustus Masih Terjaga

Di sisi lain, kinerja produksi padi sepanjang Januari-Agustus 2026 masih relatif stabil. Luas panen kumulatif mencapai 8,32 juta hektare, naik tipis 0,11% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Angka itu menunjukkan guncangan El Nino baru terasa pada bulan-bulan tertentu, bukan sepanjang tahun. Namun BPS menilai stabilitas tersebut tidak cukup menutup risiko yang menanti di kuartal IV.

Peringatan BPS: Panen September-November Anjlok 12,97%

Berdasarkan pengamatan lapangan dan metode Kerangka Sampel Area (KSA), BPS memperkirakan luas panen padi September-November 2026 hanya 2,23 juta hektare. Proyeksi itu turun 12,97% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dampaknya ke produksi diperkirakan signifikan. BPS memproyeksikan produksi padi tiga bulan ke depan mencapai 12,24 juta ton GKG, turun 11,96%, sementara produksi beras diprediksi 7,06 juta ton atau turun 11,95%.

"Dampak El Nino yang tersermin pada potensi luas panen pada Januari sampai dengan November 2026 perlu untuk menjadi perhatian kita bersama," ujar Ateng.

Apa Artinya bagi Pasar dan Pelaku Usaha

Penurunan produksi beras berpotensi menekan pasokan domestik menjelang akhir tahun. Bagi pedagang dan industri pengolahan, risiko kenaikan harga bahan baku perlu diantisipasi sejak sekarang.

Pemerintah biasanya merespons kondisi ini lewat operasi pasar atau penambahan impor. Investor di sektor consumer goods dan pertanian perlu mencermati arah kebijakan pangan dalam beberapa pekan ke depan.

Bagi konsumen, proyeksi panen yang lebih rendah menjadi sinyal awal tekanan harga beras di pasar ritel. BPS sendiri belum menyampaikan proyeksi harga, hanya data produksi dan luas panen.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua