Kredit Bank Ina & Superbank Melonjak, Nasabah Kecil Ikut Rasakan
TEROPONGBISNIS.ID — Bank Ina Perdana membukukan kredit Rp 16,64 triliun hingga Agustus 2026, tumbuh 20,12 persen secara tahunan, sementara Superbank mencatat laba bersih Rp 259,15 miliar atau naik 482,78 persen. Pertumbuhan bank kecil ini terjadi di tengah tekanan biaya dana yang mulai naik. Nasabah dan pelaku usaha kecil menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.
Sejumlah bank berukuran kecil di Indonesia mencatat pertumbuhan bisnis yang cukup kuat hingga Agustus 2026. Kenaikan terlihat dari penyaluran kredit dan laba bersih, meski tekanan biaya dana serta risiko kualitas aset masih membayangi.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit bank kelompok KBMI I hanya tumbuh tipis 0,03 persen yoy menjadi Rp 758,28 triliun per Juli 2026. Kelompok KBMI II justru tumbuh lebih tinggi, 10,62 persen yoy, menjadi Rp 1.064,34 triliun.
Laba KBMI I Menyusut, KBMI II Masih Tumbuh
Dari sisi profitabilitas, laba tahun berjalan sebelum pajak KBMI I menyusut 10,95 persen yoy menjadi Rp 10,03 triliun. Adapun laba KBMI II masih tumbuh 7,04 persen yoy menjadi Rp 20,29 triliun pada periode yang sama.
Di tengah kondisi itu, beberapa bank kecil justru mencatat kinerja di atas rata-rata kelompoknya. PT Bank Ina Perdana Tbk, misalnya, menyalurkan kredit Rp 16,64 triliun atau tumbuh 20,12 persen yoy hingga Agustus 2026.
Pertumbuhan kredit Bank Ina diikuti lonjakan laba bersih tahun berjalan menjadi Rp 66,6 miliar, naik 110,73 persen yoy. Wakil Direktur Utama Bank Ina Perdana, Yulius Purnama, menyebut perseroan masih melihat prospek positif hingga akhir tahun.
"Kita secara basis terus tumbuh, kita punya kredit terus naik, kita punya jumlah nasabah naik, transaksi naik," kata Yulius, dikutip dari Kontan.
Bank Ina tetap menargetkan pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) di atas 10 persen hingga akhir 2026. Namun, dari sisi laba, bank masih menghitung ulang target seiring penyesuaian pada neraca.
"Karena kita juga masih melakukan beberapa penyesuaian buat cadangan kreditnya," ujar Yulius.
Biaya Dana Naik, Bunga Kredit Ikut Tertekan
Kenaikan suku bunga memberikan tekanan terhadap biaya penghimpunan dana. Yulius mengungkapkan, pricing DPK Bank Ina naik, meski masih relatif terbatas di kisaran bawah 25 basis poin.
Meski begitu, ia menyebut pertumbuhan DPK Bank Ina masih cukup baik seiring kepercayaan nasabah terhadap perseroan. Bagi nasabah, kenaikan biaya dana ini bisa berdampak pada bunga kredit yang lebih mahal atau imbal hasil deposito yang berubah.
Pertumbuhan positif juga dicatatkan PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank). Hingga Agustus 2026, penyaluran kredit OK Bank mencapai Rp 11,32 triliun atau tumbuh 13,35 persen yoy, dengan laba bersih Rp 161,86 miliar atau naik 66,55 persen yoy.
Direktur OK Bank, Efdinal Alamsyah, mengatakan perseroan mempertahankan target dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) hingga akhir 2026. Fokus bank diarahkan pada pertumbuhan sehat, kualitas aset, dan profitabilitas.
"Peluang pertumbuhan kredit masih terbuka, khususnya pada sektor-sektor produktif," kata Efdinal.
OK Bank tetap mencermati risiko kredit, persaingan penghimpunan dana, tekanan biaya dana atau cost of fund (CoF), serta ketidakpastian ekonomi. Strategi penyaluran kredit dilakukan secara selektif, dengan optimalisasi struktur pendanaan dan efisiensi operasional.
Superbank Tumbuh Paling Agresif
PT Super Bank Indonesia Tbk membukukan pertumbuhan kinerja paling tinggi hingga Agustus 2026. Laba bersih tahun berjalan Superbank mencapai Rp 259,15 miliar atau tumbuh 482,78 persen yoy.
Manajemen menyebut pertumbuhan itu ditopang pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp 1,4 triliun, yang tumbuh 44 persen yoy. Aset Superbank tumbuh 73 persen yoy menjadi Rp 27,3 triliun.
Penyaluran kredit mencapai Rp 13,5 triliun atau tumbuh 55 persen yoy, sedangkan DPK meningkat 84 persen menjadi Rp 17,3 triliun. Jumlah nasabah Superbank kini lebih dari 8 juta orang.
Memasuki akhir tahun, Superbank akan menjaga momentum melalui pengembangan produk, perluasan kolaborasi berbasis teknologi, dan penguatan akses layanan keuangan. Pertumbuhan tetap dilakukan secara terukur dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian dan kualitas aset.
Bagi masyarakat, ekspansi bank kecil seperti Bank Ina, OK Bank, dan Superbank membuka lebih banyak pilihan akses kredit dan layanan keuangan. Namun, kenaikan biaya dana yang mulai merambat bisa membuat bunga pinjaman tidak lagi semurah sebelumnya.