Breaking

Suahasil Nazara Tegaskan Fokus Jaga Defisit APBN di Bawah 3% PDB

KI
Sabtu, 03 Oktober 2026
Suahasil Nazara Tegaskan Fokus Jaga Defisit APBN di Bawah 3% PDB
Suahasil Nazara Tegaskan Fokus Jaga Defisit APBN di Bawah 3% PDB

TEROPONGBISNIS.ID — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan pengelolaan anggaran negara tetap menjadi fokus utamanya, dengan disiplin defisit di bawah 3% dari PDB sebagai prioritas. Ia juga mengisyaratkan perubahan arah dari rencana pendahulunya soal penggunaan dividen Danantara untuk menambal pendapatan negara.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan pihaknya akan berkonsentrasi pada kewenangan fiskal dan membiarkan Bank Indonesia serta Danantara menjalankan mandat masing-masing. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara pertamanya dengan media asing sejak menjabat bulan lalu, kepada Haslinda Amin dari Bloomberg Television.

Langkah tersebut dibaca sebagai upaya memulihkan kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang cakupannya luas. Suahasil menekankan koordinasi antarinstitusi tetap berjalan tanpa tumpang tindih peran.

Disiplin Defisit Jadi Pegangan Utama

Suahasil menyatakan pengelolaan anggaran negara dan penjagaan defisit di bawah ambang legal 3% dari produk domestik bruto menjadi prioritas kerjanya. Menurut dia, angka itu bukan sekadar target teknis.

"Simbol dari seberapa disiplin kita," ujar Suahasil, merujuk pada batas defisit tersebut.

Ambang 3% PDB selama ini menjadi rujukan pasar dalam menilai kredibilitas fiskal Indonesia. Menjaga angka itu di bawah batas legal memberi sinyal stabilitas bagi pemegang obligasi negara dan investor asing.

Dividen Danantara Tak Masuk APBN 2026-2027

Suahasil mengisyaratkan perubahan arah dari rencana pendahulunya yang ingin memakai dividen Danantara untuk menambah pendapatan pemerintah. Ia menyebut dividen sovereign wealth fund tersebut tidak dimasukkan dalam APBN 2026 maupun 2027.

Keputusan itu memisahkan posisi Danantara dari hitungan fiskal negara. Bagi pelaku pasar, langkah ini mengurangi ketergantungan APBN pada setoran badan pengelola dana kekayaan negara.

Sikap Menkeu soal Suku Bunga BI

Suahasil enggan berkomentar mengenai kemungkinan langkah Bank Indonesia terkait suku bunga berikutnya. Ia memilih tidak mencampuri ruang keputusan bank sentral.

Meski begitu, Suahasil berjanji menurunkan biaya pinjaman pemerintah di tengah aksi jual obligasi global. Pasar obligasi memang sedang menghadapi tekanan dari pergerakan dana asing.

"Kami memahami mandat masing-masing. Kami bersedia berkoordinasi dan berkomunikasi," kata Suahasil.

Apa Artinya bagi Investor

Pernyataan Suahasil menegaskan garis pemisah antara kebijakan fiskal, moneter, dan pengelolaan dana investasi negara. Bagi investor obligasi, komitmen defisit di bawah 3% PDB menjadi jangkar dalam menilai risiko surat utang Indonesia.

Pemisahan dividen Danantara dari APBN juga mengurangi ketidakpastian soal sumber pendapatan negara. Sementara sikap Suahasil yang menyerahkan urusan suku bunga ke BI menjaga independensi bank sentral di mata pasar.

Yang perlu dicermati ke depan adalah bagaimana janji penurunan biaya pinjaman pemerintah diwujudkan di tengah tekanan jual obligasi global. Realisasi defisit APBN dan strategi penerbitan surat utang akan jadi indikator utama.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua