BEI: Empat dari Tujuh Perusahaan Antre IPO Berasal dari Sektor Kesehatan
TEROPONGBISNIS.ID — Bursa Efek Indonesia mencatat tujuh perusahaan masih mengantre untuk mencatatkan saham di bursa hingga 2 Oktober 2026. Empat di antaranya atau 57,1% berasal dari sektor kesehatan, menandakan minat emiten layanan medis terhadap pendanaan pasar modal tetap tinggi.
Data pipeline BEI yang dikutip Sabtu (3/10/2026) menunjukkan ketimpangan sektor yang cukup jelas. Lebih dari separuh antrean berasal dari satu sektor saja, sementara sektor lain hanya diwakili satu hingga dua emiten.
Profil Aset Emiten yang Mengantre
Jika dilihat dari klasifikasi aset, dua perusahaan masuk kategori skala kecil dengan nilai aset di bawah Rp50 miliar. Tiga perusahaan lain tergolong skala menengah, yakni beraset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.
Dua perusahaan sisanya dikategorikan sebagai emiten beraset besar, dengan nilai di atas Rp250 miliar. Pengelompokan ini mengacu pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017 tentang klasifikasi perusahaan berdasarkan aset.
Dana Himpunan Sepanjang 2026 Capai Rp2,16 Triliun
Sepanjang 2026 hingga 2 Oktober, BEI telah mencatatkan tujuh perusahaan di bursa. Total dana yang dihimpun dari ketujuh emiten tersebut mencapai Rp2,16 triliun.
Angka itu menunjukkan pasar IPO tahun ini masih berjalan, meski jumlah emiten yang melantai belum menembus dua digit. Pipeline yang tersisa menjadi indikator apakah target penghimpunan dana hingga akhir tahun bisa tercapai.
Arti bagi Investor dan Pelaku Pasar
Dominasi sektor kesehatan di pipeline IPO memberi sinyal bahwa perusahaan layanan medis masih melihat pasar modal sebagai sumber pendanaan yang menarik. Bagi investor, antrean ini membuka opsi diversifikasi di sektor yang biasanya kurang terwakili di bursa.
Namun, jumlah emiten yang relatif sedikit membuat likuiditas saham-saham baru perlu dicermati. Investor umumnya menunggu rincian ukuran penawaran, harga, dan jadwal bookbuilding sebelum mengambil posisi.