Breaking

Volume Harian Saham BEI Melonjak 72,51%, IHSG Justru Terkoreksi 3,28%

KI
Sabtu, 03 Oktober 2026
Volume Harian Saham BEI Melonjak 72,51%, IHSG Justru Terkoreksi 3,28%
Volume Harian Saham BEI Melonjak 72,51%, IHSG Justru Terkoreksi 3,28%

TEROPONGBISNIS.ID — Rata-rata volume transaksi harian saham di Bursa Efek Indonesia melonjak 72,51% menjadi 50,37 miliar saham pada periode 28 September hingga 2 Oktober 2026, dari 29,20 miliar saham sepekan sebelumnya. Lonjakan aktivitas itu tidak sejalan dengan pergerakan indeks, karena IHSG justru ditutup melemah 3,28% ke level 6.036,888 pada perdagangan Jumat (2/10). Kapitalisasi pasar BEI ikut tergerus 2,55% menjadi Rp10.627 triliun.

Data BEI yang dirilis Sabtu (3/10/2026) menunjukkan nilai transaksi harian juga naik, meski tidak seagresif volume. Rata-rata nilai transaksi harian bertambah 5,40% menjadi Rp12,63 triliun dari Rp11,98 triliun pada pekan sebelumnya.

Berbeda arah, rata-rata frekuensi transaksi harian justru menyusut 7,54% menjadi 1,68 juta kali transaksi dari 1,82 juta kali transaksi. Artinya, transaksi terjadi dalam ukuran lot yang jauh lebih besar meski jumlah eksekusinya berkurang.

Volume Meledak, Indeks Malah Turun

IHSG ditutup di level 6.036,888 pada Jumat (2/10), turun 3,28% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di 6.241,89. Pelemahan indeks berjalan berlawanan dengan lonjakan volume yang mencapai 72,51%.

Kapitalisasi pasar BEI tercatat turun 2,55% menjadi Rp10.627 triliun dari Rp10.905 triliun. Penurunan kapitalisasi mengindikasikan harga saham secara agregat tertekan, bukan hanya indeksnya.

Kombinasi volume besar dan harga turun biasanya menandakan tekanan jual yang deras. Pelaku pasar melepas kepemilikan dalam jumlah besar, sementara sisi permintaan tidak cukup kuat menyerapnya.

Beban Berat di Tengah Tekanan Jual

Lonjakan volume hingga 50,37 miliar saham sehari membuat pasar menyerap suplai jual yang tebal. Nilai transaksi yang hanya naik 5,40% memperkuat indikasi bahwa harga rata-rata saham yang ditransaksikan lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya.

Frekuensi transaksi yang turun 7,54% menunjukkan jumlah pelaku yang bertransaksi menyusut. Transaksi lebih terkonsentrasi pada order besar, bukan ramai oleh banyak investor ritel.

Bagi investor, pekan tersebut mencerminkan pasar yang sedang dalam fase distribusi. Volume tinggi tanpa penguatan harga kerap menjadi sinyal kehati-hatian sebelum mengambil posisi baru.

Yang Perlu Dicermati Pekan Berikutnya

Perhatian pasar berikutnya tertuju pada apakah volume tinggi berlanjut atau justru mengering. Jika volume tetap besar sementara IHSG masih tertekan, tekanan jual diperkirakan belum selesai.

Sebaliknya, volume besar yang disertai pembalikan arah indeks bisa menandakan fase akumulasi. Data frekuensi transaksi dan nilai transaksi harian akan jadi penanda apakah pasar mulai ditemukan kembali oleh pembeli.

Kapitalisasi pasar di Rp10.627 triliun menjadi level acuan untuk mengukur apakah koreksi berlanjut atau berhenti. Pemulihan indeks ke atas 6.241,89 akan menandai kembalinya kekuatan beli secara lebih meyakinkan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua