Breaking

Harga Emas Dunia Anjlok 3,38% Sepekan ke US$ 4.140, Tertekan Dolar dan Yield Obligasi AS

SA
Sabtu, 03 Oktober 2026
Harga Emas Dunia Anjlok 3,38% Sepekan ke US$ 4.140, Tertekan Dolar dan Yield Obligasi AS
Harga Emas Dunia Anjlok 3,38% Sepekan ke US$ 4.140, Tertekan Dolar dan Yield Obligasi AS

TEROPONGBISNIS.ID — Harga emas dunia ditutup di US$ 4.140,2 per troy ons pada Jumat (2/10/2026), turun 0,9% dari hari sebelumnya. Sepanjang pekan, logam mulia ini melemah 3,38% secara point-to-point. Tekanan datang dari penguatan dolar AS dan yield obligasi pemerintah AS yang bertahan di atas 5,2%.

Harga emas di pasar spot mengakhiri pekan dengan kinerja suram. Pelemahan harian 0,9% menambah tekanan yang sudah berlangsung sepanjang minggu, menyeret harga ke level US$ 4.140,2 per troy ons.

Penurunan mingguan 3,38% menandai salah satu pekan terburuk emas dalam beberapa waktu terakhir. Dua faktor eksternal menjadi biang keladi utama pergerakan ini.

Dolar AS Menguat Hampir 1% Sepanjang Pekan

Dollar Index, indikator yang mengukur posisi dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia, menguat hampir 1% sepanjang pekan. Penguatan ini membuat emas semakin mahal bagi investor yang memegang mata uang selain dolar.

Emas memang dibanderol dalam dolar AS. Ketika greenback menguat, pembeli dari luar AS harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli jumlah emas yang sama. Permintaan pun cenderung menurun.

Yield Obligasi AS Bertahan di Atas 5,2%

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terus berada di atas level 5,2% selama sepekan. Yield yang tinggi menawarkan alternatif investasi yang lebih menarik dibandingkan emas.

Emas tidak memberikan imbal hasil kupon seperti obligasi. Ketika yield obligasi naik, daya tarik emas sebagai aset safe haven pun tergerus, terutama bagi investor institusi yang mengejar imbal hasil tetap.

Tekanan bagi Investor Emas di Dalam Negeri

Pelemahan harga emas global biasanya berdampak pada harga emas batangan di pasar domestik. Produsen dan pedagang emas dalam negeri umumnya menyesuaikan harga jual mengikuti pergerakan pasar spot internasional.

Bagi investor yang memegang emas sebagai lindung nilai, pekan ini menjadi pengingat bahwa logam mulia tidak selalu kebal terhadap tekanan eksternal. Dolar dan yield obligasi AS tetap menjadi dua variabel kunci yang perlu dicermati.

Pergerakan pekan depan akan sangat bergantung pada arah dolar AS dan data ekonomi Negeri Paman Sam. Jika yield obligasi terus bertahan tinggi, tekanan terhadap emas diperkirakan belum akan mereda.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua