Nanang Hendarno Gantikan Dian Siswarini sebagai Dirut Telkom
TEROPONGBISNIS.ID — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi menunjuk Nanang Hendarno sebagai Direktur Utama menggantikan Dian Siswarini. Pergantian ini turut mengubah komposisi Dewan Komisaris, dengan nama Rionald Silaban dan Silmy Karim tidak lagi tercantum dalam struktur terbaru. Perombakan jajaran pucuk pimpinan ini berdampak langsung pada arah strategi digital dan bisnis perusahaan telekomunikasi pelat merah tersebut.
Nanang bukan nama baru di lingkungan Telkom. Sebelumnya ia menangani sisi jaringan dan teknologi, termasuk menjabat CEO PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia pada periode 2022-2025.
Rekam jejaknya juga mencakup posisi Chief of Technology di PT Telekomunikasi Indonesia International pada 2016-2022. Latar belakang teknis itu menjadi modal utama saat Telkom mempercepat transformasi layanan digitalnya.
Siapa Saja yang Duduk di Direksi Baru
Selain kursi Dirut, sejumlah posisi strategis lain ikut diisi nama baru. Veranita Yosephine dipercaya memimpin Direktorat Enterprise & Business Service, sementara Willy Saelan mengisi Human Capital Management.
Untuk lini teknologi, Kharim I. G. Siregar menjabat Direktur IT Digital. Adapun Arthur Angelo Syailendra menempati posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.
Di sisi infrastruktur, Budi Satria Dharma Purba mengemban tugas sebagai Direktur Network. Seno Soemadji dipercaya menangani Strategic Business Development & Portfolio, dan Radita Ali Putra memimpin Wholesale & International Service.
Posisi Direktur Legal & Compliance diisi Andy Kelana. Susunan lengkap direksi ini menandai babak kepemimpinan baru di tubuh Telkom.
Komisaris Turut Berubah, Dua Nama Hilang
Perombakan tidak berhenti di level direksi. Jajaran Dewan Komisaris juga mengalami penyegaran, dengan Angga Raka Prabowo tetap menjabat sebagai Komisaris Utama.
Yang menarik, nama Rionald Silaban dan Silmy Karim tidak lagi muncul dalam struktur terbaru. Posisi mereka kini diisi sejumlah figur lain.
Komisaris yang duduk meliputi Ossy Dermawan, Rizal Mallarangeng, dan Edwin Hidayat Abdullah. Sementara kursi Komisaris Independen diisi Rofikoh Rokhim, Anthony Leong, Deswandhy Agusman, dan Ira Noviarti.
Dampaknya bagi Pengguna dan Pasar
Telkom menguasai layanan telekomunikasi dan data yang dipakai jutaan pelanggan ritel maupun korporasi di Indonesia. Pergantian pucuk pimpinan berpotensi menggeser prioritas investasi, terutama di segmen konektivitas dan layanan digital.
Bagi pelaku bisnis digital, arah kebijakan Telkom soal harga, kemitraan, dan infrastruktur jaringan menjadi perhatian. Keputusan manajemen baru akan memengaruhi ekosistem startup, penyedia konten, hingga operator yang bergantung pada jaringan Telkom.
Investor pun mencermati susunan baru ini sebagai sinyal arah strategi perseroan ke depan. Nanang yang berlatar teknis diperkirakan mendorong fokus pada penguatan jaringan dan percepatan layanan digital.