Prudential Syariah Libatkan 13 Tim Mahasiswa Dorong Inklusi Asuransi Syariah
TEROPONGBISNIS.ID — Indeks inklusi keuangan syariah Indonesia baru menyentuh 13,24%, jauh tertinggal dari indeks literasinya yang sudah 43,07%. Kesenjangan itu mendorong Prudential Syariah menggandeng mahasiswa dari berbagai daerah untuk merancang solusi perluasan jangkauan asuransi syariah lewat Business Proposal Competition di Youth Innovation Festival 2026.
Kompetisi berlangsung di Universitas Islam Negeri Saizu dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, melibatkan 13 tim mahasiswa yang diminta memecahkan studi kasus nyata di industri asuransi syariah.
Prudential Syariah memposisikan mahasiswa bukan sekadar peserta, melainkan case collaborator. Perusahaan menyediakan studi kasus bisnis, memberi pembekalan literasi keuangan syariah, dan bertindak sebagai juri dalam penilaian.
Kesenjangan Literasi dan Inklusi Syariah
Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 memperlihatkan jarak lebar antara pemahaman dan pemanfaatan produk keuangan syariah. Indeks literasi keuangan syariah berada di 43,07%, sementara indeks inklusinya hanya 13,24%.
Ketimpangan itu makin terasa jika dibandingkan dengan sektor keuangan nasional secara keseluruhan. Indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57%, sedangkan inklusi keuangan nasional sudah di level 93,61%.
Artinya, masyarakat Indonesia secara umum sudah memakai produk keuangan, tetapi pemanfaatan layanan berbasis syariah masih tertinggal jauh.
KATALIS Amanah Muda dari Universitas Indonesia
Proposal bertajuk "KATALIS Amanah Muda" dari tim Universitas Indonesia keluar sebagai pemenang. Tim ini mengusulkan pengembangan tenaga pemasar dari kalangan Gen Z melalui program pengembangan mahasiswa dan pendekatan digital.
Lewat skema tersebut, anak muda didorong menjadi kanal peer-to-peer untuk memperluas literasi sekaligus mendekatkan akses terhadap asuransi syariah di kalangan generasinya.
Alasan Prudential Syariah Melibatkan Generasi Muda
Adhi Nugraha Sugiharto, Head of Customer and Communications Prudential Syariah, menyebut generasi muda perlu dilibatkan sebagai mitra dalam pengembangan industri asuransi syariah.
"Generasi muda bukan sekadar sasaran edukasi, melainkan mitra dalam merancang masa depan asuransi syariah. Melalui kompetisi ini kami mengajak mereka menerjemahkan tantangan nyata industri menjadi solusi, cara yang kami yakini lebih efektif membangun literasi sekaligus memperluas inklusi," ujarnya dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).
Jangkauan Edukasi dan Klaim hingga Kuartal II 2026
Program kompetisi ini menjadi bagian dari upaya Prudential Syariah memperluas edukasi keuangan syariah. Hingga 2026, perusahaan menyebut telah menjangkau sekitar 3 juta masyarakat melalui berbagai program edukasi dan kolaborasi di Indonesia.
Dari sisi manfaat, hingga kuartal II 2026 Prudential Syariah telah membayarkan santunan klaim dan manfaat sebesar Rp1,1 triliun kepada lebih dari 35.000 penerima manfaat.
Angka klaim itu sekaligus menjadi bukti konkret bahwa produk asuransi syariah sudah berjalan, meski penetrasinya di pasar masih perlu didorong lebih agresif.
Apa Artinya bagi Industri
Bagi pelaku industri keuangan syariah, gap antara literasi 43,07% dan inklusi 13,24% adalah ruang pertumbuhan yang belum tergarap. Pendekatan yang menyasar mahasiswa sebagai perancang solusi bisa jadi cara mempercepat penetrasi ke segmen yang selama ini sulit dijangkau lewat kanal konvensional.
OJK sendiri menempatkan peningkatan literasi keuangan syariah sebagai bagian dari agenda inklusi keuangan nasional. Kolaborasi antara perusahaan asuransi dan kampus menjadi salah satu jalur yang dinilai efektif untuk menutup kesenjangan tersebut.