Breaking

DPR Minta Kemhan Evaluasi Prosedur Latihan Komcad Usai ASN Kemenekraf Meninggal

EK
Rabu, 30 September 2026
DPR Minta Kemhan Evaluasi Prosedur Latihan Komcad Usai ASN Kemenekraf Meninggal
DPR Minta Kemhan Evaluasi Prosedur Latihan Komcad Usai ASN Kemenekraf Meninggal

TEROPONGBISNIS.ID — Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin meminta Kementerian Pertahanan mengevaluasi menyeluruh prosedur Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan setelah seorang ASN Kementerian Ekonomi Kreatif meninggal dalam pelatihan. Evaluasi mencakup pemeriksaan kesehatan, standar keselamatan, intensitas latihan, kesiapan tenaga medis, hingga mekanisme penanganan darurat. Politikus PDIP itu menegaskan keselamatan peserta tidak boleh dikorbankan demi disiplin latihan.

Permintaan evaluasi disampaikan TB Hasanuddin saat dihubungi, Selasa (29/09/2026). Ia menyoroti sejumlah titik lemah yang dinilai perlu dibenahi dalam penyelenggaraan pendidikan Komcad.

Menurutnya, insiden meninggalnya ASN Kementerian Ekonomi Kreatif itu menjadi alarm bahwa prosedur yang ada belum cukup melindungi peserta. Komponen Cadangan memang dirancang membentuk kesiapan fisik dan mental, tetapi pelaksanaannya mesti memperhitungkan kondisi tiap individu.

Lima Aspek yang Diminta Dievaluasi

Hasanuddin merinci sejumlah area yang perlu dibenahi Kemhan. Ia menilai pemeriksaan kesehatan selama ini berisiko hanya menjadi formalitas administratif.

  • Prosedur pemeriksaan kesehatan calon peserta
  • Standar keselamatan selama latihan berlangsung
  • Intensitas latihan yang diberikan kepada peserta
  • Kesiapan tenaga medis pendamping
  • Mekanisme penanganan keadaan darurat

Dari lima poin tersebut, ia menempatkan pemeriksaan kesehatan sebagai pintu masuk utama. Peserta yang dinyatakan tidak siap secara fisik, katanya, tidak perlu dipaksakan mengikuti rangkaian pendidikan.

Keselamatan Peserta Harus Jadi Prioritas

Hasanuddin menegaskan disiplin dalam latihan tetap penting. Namun, penerapannya tidak boleh mengabaikan kondisi kesehatan dan kemampuan fisik masing-masing peserta.

"Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama. Disiplin dalam latihan memang diperlukan, tetapi pelaksanaannya harus tetap mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kemampuan fisik masing-masing peserta," ujar TB Hasanuddin.

Ia juga meminta setiap calon peserta menjalani pemeriksaan menyeluruh sebelum masuk ke rangkaian pendidikan dan latihan. Kondisi fisik peserta harus benar-benar dipastikan mampu mengikuti beban latihan yang diberikan.

Dorongan Perbaikan Tata Kelola Komcad

Permintaan evaluasi ini menyentuh tata kelola program Komcad secara lebih luas. Program yang dibentuk sebagai bagian sistem pertahanan negara itu melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk ASN dan masyarakat sipil.

Standar keselamatan yang longgar berpotensi menimbulkan risiko berulang. Karena itu, pengawasan Komisi I terhadap pelaksanaan program di Kemhan akan menjadi sorotan dalam waktu dekat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kementerian Pertahanan terkait permintaan evaluasi tersebut. Publik menantikan langkah konkret Kemhan menindaklanjuti temuan insiden ini.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua