Breaking

Saham TRUK Melonjak 32,43 Persen Sepekan, Ini Kinerjanya

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Rabu, 23 September 2026
Saham TRUK Melonjak 32,43 Persen Sepekan, Ini Kinerjanya
Ilustrasi saham TRUK melonjak 32,43 persen dalam sepekan setelah terjadi perubahan struktur pemegang saham (sumber foto: NET)

JAKARTA - Saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) kembali menjadi perhatian pasar setelah harga sahamnya melonjak dalam beberapa perdagangan terakhir.

Penguatan tersebut terjadi bersamaan dengan perubahan struktur pemegang saham setelah Gabriel Rey dan Andry Hakim mengambil alih total 20% saham perseroan dari PT Catur Dharma Anugerah Surya.

Pada perdagangan 22 September 2026, saham TRUK ditutup di level Rp1.715 per saham, naik 9,94% atau Rp155 dan menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).

Berdasarkan data yang digunakan pada 23 September, saham TRUK tercatat naik 32,43% dalam sepekan, atau bertambah Rp420.

Perubahan terbesar pada struktur kepemilikan TRUK terjadi pada 18 September 2026. PT Catur Dharma Anugerah Surya melepas seluruh 87 juta saham TRUK atau sekitar 20% kepemilikannya. Saham tersebut kemudian dibeli oleh dua entitas.

PT Pukul Rata Kanan membeli 65,25 juta saham atau 15% kepemilikan dengan harga transaksi Rp428 per saham. Nilai transaksi mencapai Rp27,93 miliar.

PT Hakimson Growth Capital membeli 21,75 juta saham atau 5% kepemilikan dengan harga transaksi Rp428 per saham. Nilai transaksi mencapai Rp9,31 miliar.

Total saham yang dialihkan mencapai 87 juta saham atau 20% kepemilikan dengan harga transaksi Rp428 per saham dan nilai Rp37,24 miliar.

PT Pukul Rata Kanan dikaitkan dengan Gabriel Rey, pendiri dan CEO TRIV, sedangkan PT Hakimson Growth Capital dikaitkan dengan Andry Hakim. Dengan transaksi tersebut, Andry Hakim melalui Hakimson Growth Capital menguasai 5% saham TRUK.

Perubahan kepemilikan tersebut terjadi bersamaan dengan lonjakan harga saham TRUK.

Pada 16 September 2026, saham TRUK berada di Rp1.180. Harga kemudian naik menjadi Rp1.295 pada 17 September, Rp1.420 pada 18 September, Rp1.560 pada 21 September, dan mencapai Rp1.715 pada 22 September.

Jika menggunakan periode sepekan sesuai data yang diberikan, saham TRUK berada di Rp1.715, naik Rp420 atau 32,43%.

Pada perdagangan 22 September, kenaikan harian TRUK mencapai 9,94% dan menyentuh ARA. Data historis menunjukkan saham juga mencatat kenaikan harian sekitar 9,65%–9,86% pada beberapa sesi sebelumnya.

PT Guna Timur Raya Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di sektor transportasi, khususnya jasa pengangkutan dan pengurusan transportasi atau freight forwarding. Perseroan berdiri pada 29 Februari 1980 dan didirikan oleh Budi Gunawan.

Saham TRUK tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 23 Mei 2018.

Data KSEI menunjukkan TRUK memiliki 435 juta saham yang tercatat, dengan nominal Rp100 per saham.

Kegiatan utama Guna Timur Raya adalah jasa transportasi darat dan freight forwarding. Perseroan menyediakan solusi pengangkutan terintegrasi bagi pelanggan, termasuk kebutuhan transportasi untuk berbagai jenis produk.

Dalam kegiatan freight forwarding, layanan perseroan mencakup sejumlah aktivitas, antara lain pemeriksaan barang, penyimpanan, sortasi, pengepakan, pemindahan barang, pengukuran dan penimbangan, pengurusan dokumen transportasi, penerbitan dokumen angkutan, pengurusan klaim pengiriman, serta penyelesaian tagihan dan biaya pengiriman.

Perseroan juga memiliki kegiatan penunjang berupa pergudangan, jasa pelabuhan dan kepabeanan, import/export forwarding, perbaikan dan pemeliharaan, serta jasa kontainer.

TRUK juga memiliki entitas anak, PT Guna Artha Logistik (GAL), yang bergerak di bidang jasa pengurusan transportasi atau freight forwarding untuk pengiriman melalui darat, laut, dan udara.

Merangkum data BEI, pendapatan TRUK mencapai sekitar Rp19,24 miliar pada semester I 2026, turun tipis dari Rp19,62 miliar pada semester I 2025.

Sementara itu, perseroan membukukan rugi bersih Rp3,76 miliar, lebih besar dibandingkan rugi bersih Rp3,13 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan pada semester I 2026 tercatat Rp19,24 miliar, dibandingkan Rp19,62 miliar pada semester I 2025, atau turun 2,0%.

Laba kotor mencapai Rp2,7 miliar, dibandingkan Rp2,9 miliar pada semester I 2025, atau turun 6,9%.

EBITDA tercatat -Rp0,6 miliar, dibandingkan Rp0,5 miliar pada semester I 2025, atau berubah -209,0%.

Laba bersih tercatat -Rp3,76 miliar, dibandingkan -Rp3,13 miliar pada semester I 2025, dengan kerugian meningkat.

Data tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga saham TRUK belakangan ini terjadi ketika perseroan masih membukukan rugi bersih, sehingga perkembangan harga saham dan kinerja operasional perlu dilihat sebagai dua hal yang berbeda.

Setelah transaksi tersebut, PT Catur Dharma Anugerah Surya tidak lagi memiliki saham TRUK. Sementara itu, sejumlah pemegang saham signifikan lainnya masih tercatat dalam struktur kepemilikan perseroan.

  • PT Guna Makmur Raya memiliki 25,17% saham.
  • PT Pukul Rata Kanan memiliki 15% saham.
  • PT Hakimson Growth Capital memiliki 5% saham.
  • Suminto Husin Giman memiliki 5% saham.
  • Suganto Gunawan memiliki 5% saham.
  • Suwito memiliki 5% saham.
  • Pemegang saham lainnya memiliki sisa kepemilikan.

Data perubahan kepemilikan menunjukkan masuknya dua investor baru dengan total 20% saham TRUK sekaligus keluarnya Catur Dharma Anugerah Surya dari kepemilikan perseroan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua