IHSG Menguat 0,86 Persen Didukung Saham Migas
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu mempertahankan posisinya di zona hijau hingga akhir perdagangan sesi I hari ini.
Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG menguat 0,86 persen menjadi 6.228,91 pada akhir perdagangan sesi I, Senin (20/7/2026). Sebanyak 398 saham menguat, 188 saham melemah, dan 205 saham stagnan.
Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat senilai Rp 10.849,63 triliun. Adapun, saham-saham migas memanas seiring dengan lonjakan harga minyak global.
Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) naik 2,31 persen menjadi Rp 24.400, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) naik 2,41 persen menjadi Rp 2.550, hingga saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 3,25 persen menjadi Rp 1.270.
Selanjutnya, saham PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) naik 4,03 persen menjadi Rp 1.420 dan saham PT Elnusa Tbk. (ELSA) naik 2,34 persen menjadi Rp 655.
Laju harga saham emiten migas didorong oleh lonjakan harga minyak dunia pada hari ini seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi melalui Selat Hormuz akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan harga minyak Brent telah melesat 2,51 persen menjadi Dolar AS 90,31 per barel dan minyak WTI naik 2,25 persen menjadi Dolar AS 84,35 per barel akibat eskalasi ketegangan di Timur Tengah.
"Reli dipicu oleh eskalasi konflik AS-Iran, termasuk berlanjutnya serangan militer, blokade laut terhadap pelabuhan Iran, serta ancaman terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz," tulis analis BRI Sekuritas, Senin (20/7/2026).
Adapun, imbas eskalasi itu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz melambat dan meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan. Hal itu mengingat sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia melewati jalur tersebut.
BRI Danareksa Sekuritas menyebut lonjakan harga minyak tersebut berpotensi menjadi sentimen positif bagi emiten energi seperti MEDC, ENRG, ELSA, PGEO, dan AKRA.