JAKARTA - Emiten jasa keuangan PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk secara resmi memutuskan untuk mendistribusikan keuntungan kepada para pemegang saham melalui skema pembagian dividen final.
Keputusan besar ini diambil manajemen setelah melihat capaian kinerja keuangan yang sangat impresif sepanjang tahun buku yang berakhir pada 2025. Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham yang diselenggarakan pada Jumat 10 April 2026 perseroan akan menebar dana segar sebesar 15,8 miliar rupiah.
Setiap pemilik satu lembar saham perusahaan dengan kode emiten YULE ini nantinya akan mendapatkan hak dividen yang setara dengan angka 10 rupiah.
Partisipasi Pemegang Saham dan Kuorum Rapat Umum Tahunan
Pelaksanaan forum pengambilan keputusan tertinggi ini tercatat dihadiri oleh para pemegang saham yang mewakili sebanyak 1.366.337.802 lembar saham yang sah. Angka kehadiran tersebut merepresentasikan sekitar 86,08 persen dari seluruh total saham dengan hak suara yang telah ditempatkan serta disetor penuh oleh perseroan. Tingginya tingkat kehadiran ini menunjukkan kepercayaan serta antusiasme yang besar dari para investor terhadap arah kebijakan strategis yang diambil oleh manajemen YULE.
Keputusan pembagian dividen final ini sendiri menjadi salah satu poin utama dari tiga agenda penting yang dibahas secara mendalam dalam RUPS tersebut. Persetujuan dari mayoritas pemegang saham ini memberikan legitimasi kuat bagi perusahaan untuk segera melakukan proses distribusi dividen sesuai dengan regulasi yang berlaku. Manajemen berkomitmen untuk menjalankan proses pembagian keuntungan ini secara transparan agar dapat memberikan nilai tambah yang maksimal bagi seluruh investor yang telah bergabung.
Rasio Pembagian Laba dan Strategi Penahanan Saldo untuk Ekspansi
Sepanjang tahun buku 2025 yang lalu PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk berhasil mencatatkan raihan laba bersih yang sangat signifikan sebesar 132 miliar rupiah. Dengan besaran dividen yang dibagikan tersebut maka rasio pembagian dividen atau dividend payout ratio yang ditetapkan oleh perseroan adalah sekitar 11,97 persen. Sementara itu sisa dari laba bersih yakni sebesar 116 miliar rupiah atau sekitar 88,03 persen akan dialokasikan sebagai saldo laba yang ditahan perusahaan.
Langkah menahan sebagian besar laba bersih ini bertujuan untuk mendukung berbagai rencana ekspansi bisnis perseroan guna memperkuat posisi pasar di masa mendatang. Manajemen berpendapat bahwa pemupukan saldo laba sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas permodalan sekaligus membiayai inovasi layanan jasa sekuritas yang terus berkembang sangat pesat. Keseimbangan antara pembagian dividen dan penahanan laba ini diharapkan dapat memberikan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi nilai perusahaan dalam jangka waktu yang panjang.
Lonjakan Pendapatan dan Efisiensi Beban Usaha Tahun Buku 2025
Dari sisi performa operasional YULE membukukan pendapatan sebesar 166 miliar rupiah pada 2025 atau melonjak drastis hingga 135,1 persen dari periode sebelumnya. Sebagai perbandingan pada tahun buku yang lalu pendapatan perseroan hanya berada di angka 70,64 miliar rupiah yang menunjukkan adanya akselerasi pertumbuhan bisnis. Keberhasilan ini juga didukung oleh langkah efisiensi di mana beban usaha berhasil ditekan menjadi 24,93 miliar rupiah dari angka awal 25,61 miliar rupiah.
Penurunan beban usaha sebesar 2,66 persen ini secara langsung memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan laba usaha yang tumbuh fantastis mencapai 213,3 persen. Laba usaha perseroan melesat tajam menjadi 141 miliar rupiah dibandingkan dengan capaian pada periode sebelumnya yang hanya menyentuh angka sebesar 45 miliar rupiah. Pencapaian ini membuktikan bahwa strategi pengelolaan operasional yang diterapkan oleh jajaran direksi telah berjalan dengan sangat efektif dan mampu mengoptimalkan setiap potensi pendapatan.
Pertumbuhan Aset dan Pergerakan Harga Saham YULE di Bursa
Menilik pada sisi neraca keuangan total aset perseroan mengalami kenaikan sebesar 31,9 persen menjadi 777 miliar rupiah dari posisi sebelumnya 589 miliar rupiah. Di sisi lain total liabilitas juga tercatat mengalami peningkatan menjadi 78,76 miliar rupiah dari angka 18,10 miliar rupiah pada periode tahun fiskal yang lalu. Meskipun terdapat kenaikan liabilitas sebesar 335,1 persen namun struktur keuangan perseroan dinilai masih sangat sehat dengan rasio aset yang tetap tumbuh secara konsisten.
Pada perdagangan sesi intraday yang berlangsung pada Senin 13 April 2026 harga saham YULE terpantau menguat sebesar 1,50 persen di lantai bursa Indonesia. Saham ini bertambah sebanyak 50 poin menuju level 3.380 rupiah per lembar saham yang mencerminkan respon positif pasar terhadap rencana pembagian dividen tersebut. Secara akumulatif sejak awal tahun atau year to date saham YULE telah mencatat kenaikan sebesar 1,81 persen atau mengalami pertumbuhan harga sebesar 60 poin.
Performa pasar yang positif ini sejalan dengan fundamental perusahaan yang semakin kokoh setelah berhasil melipatgandakan laba bersih di tengah dinamika pasar keuangan. Investor nampaknya mengapresiasi kebijakan dividen tunai ini sebagai bentuk nyata dari keberhasilan manajemen dalam mengelola aset dan memberikan imbal hasil bagi para pemodal.
Perseroan optimistis bahwa dengan saldo laba yang kuat mereka akan mampu menghadapi tantangan industri sekuritas tahun depan dengan jauh lebih kompetitif dan inovatif. Ke depan Yulie Sekuritas akan terus fokus pada peningkatan layanan transaksi serta pengelolaan aset nasabah guna mempertahankan momentum pertumbuhan yang sudah diraih pada tahun ini.