Mirae Asset Kantongi Izin Perdagangan Kripto Ritel di Hong Kong 2026

Kamis, 16 April 2026 | 14:50:08 WIB
Ilustrasi Perdagangan Kripto Ritel

JAKARTA - Mirae Asset Securities resmi menjadi perusahaan sekuritas asal Korea Selatan pertama yang mendapatkan izin melayani perdagangan aset kripto untuk investor individu di pasar Hong Kong.

Langkah besar ini diambil oleh anak usaha Mirae Asset di Hong Kong setelah berhasil mengantongi persetujuan akhir dari Securities and Futures Commission (SFC). Izin yang dikenal sebagai "VA License Uplift" ini memungkinkan perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan digital mereka secara legal. 

Keputusan ini menandai tonggak sejarah baru bagi industri keuangan Korea Selatan yang mulai merambah ekosistem aset digital global secara institusional.

Rencananya layanan perdagangan ini akan mulai beroperasi penuh pada bulan Juni 2026 mendatang melalui sistem perdagangan seluler yang baru. Melalui platform tersebut, para investor ritel di Hong Kong dapat melakukan transaksi jual beli aset kripto dengan standar keamanan regulasi. Hal ini diprediksi akan mengubah peta persaingan layanan keuangan digital di wilayah tersebut yang semakin kompetitif dan berkembang pesat.

Integrasi Aset Tradisional dan Digital

Mirae Asset tidak hanya fokus pada kripto semata, melainkan mengusung konsep ekosistem investasi terpadu bagi para nasabah setianya. Perusahaan bermaksud untuk menyediakan lingkungan investasi yang menggabungkan instrumen tradisional seperti saham dan obligasi dengan aset digital. Pendekatan ini diharapkan memberikan kemudahan bagi investor individu dalam mengelola diversifikasi portofolio mereka dalam satu aplikasi tunggal yang praktis.

Selain akses ke aset kripto, nasabah di Hong Kong juga akan diberikan fasilitas untuk berinvestasi langsung di pasar saham Korea Selatan. Integrasi ini merupakan bagian dari visi besar perusahaan untuk menciptakan platform keuangan yang komprehensif dan lintas batas negara. Dengan adanya sinergi antara aset konvensional dan modern, Mirae Asset optimistis dapat menarik minat lebih banyak investor muda yang dinamis.

Pemanfaatan Teknologi Web3 dan RWA

Kepala unit Mirae Asset Securities Hong Kong, Sung Jun-yup, menyatakan bahwa perolehan izin ini adalah fondasi untuk membangun ekosistem yang organik. Ia menambahkan bahwa perusahaan berencana mengembangkan platform mobile tersebut menjadi sarana yang mengintegrasikan Real World Assets (RWA). Teknologi tokenisasi aset dunia nyata menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah bagi pengguna.

Visi ini sejalan dengan strategi "Mirae Asset 3.0" yang menekankan pada integrasi global dan dominasi di sektor aset digital. Ke depan, perusahaan juga berambisi untuk membangun "dompet digital global" yang mendukung berbagai aktivitas keuangan berbasis teknologi Web3. 

Langkah ini dinilai sangat strategis mengingat adopsi teknologi blockchain yang semakin masif di berbagai sektor ekonomi dunia saat ini.

Ambisi Menuju Pasar Global yang Lebih Luas

Hong Kong hanyalah titik awal bagi raksasa sekuritas ini dalam ambisinya menguasai pasar aset digital internasional yang lebih luas. Setelah sukses di Hong Kong, Mirae Asset berencana memperluas bisnis digitalnya ke pasar keuangan utama seperti Amerika Serikat dan Singapura. 

Upaya ini dilakukan untuk memperkuat daya saing platform mereka di mata investor ritel global yang mencari keamanan dan kenyamanan.

Sebelumnya pada Januari 2026, perusahaan juga mencatatkan prestasi sebagai pialang Korea pertama yang menerbitkan obligasi digital di Hong Kong. Rentetan keberhasilan ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memimpin transformasi digital di sektor jasa keuangan secara berkelanjutan. 

Dengan modal izin resmi dari SFC, Mirae Asset kini berada di posisi terdepan untuk menantang dominasi platform pertukaran kripto yang sudah ada.

Pada hari Rabu 15 April 2026, kabar mengenai perolehan izin ini langsung menjadi sorotan para pelaku pasar di seluruh kawasan Asia. Kepastian hukum di Hong Kong dianggap sebagai katalis positif yang akan mendorong lebih banyak lembaga keuangan tradisional masuk ke dunia kripto. Investor kini menantikan peluncuran resmi di bulan Juni untuk melihat sejauh mana efektivitas platform baru ini dalam melayani kebutuhan transaksi harian.

Terkini